Temuan Makanan Tanpa Label Halal di Diamond Bakal Dilaporkan ke Pusat

Wawako Finda saat sidak di supermarket Diamond.foto/ria

Palembang – Terkait ditemukannya produk makanan dari luar tanpa label halal banyak dijual di Pasar Ritel Modern Diamond, Dinas Perdagangan Kota Palembang bermaksud melaporkannya ke pusat.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang Edwin Effendi mengungkapkan, temuan makanan di sejumlah lokasi di kota Palembang, tanpa label halal akan dilaporkan ke pusat. Sehingga, ke depan akan ada aturan tegas yang mengatur peredaran makanan yang dijual untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Sementara itu, Duty Manager Diamond Sukirno berkilah produk makanan yang dipasarkan di Diamond terdaftar di BPOM Palembang.

“Kita sangat selektif dan ketat dalam menerima produk makanan dari luar yang akan dipasarkan disini. Semua produk memiliki nomor registrasi dari BPOM,” ujarnya tanpa mau menyebut distributor barang-barang tanpa label halal tersebut.
Menurutnya, mengenai ada beberapa produk yang tidak memiliki label halal bukan menjadi kewenangan pihaknya. Diamond sebagai supermarket modern hanya sebagai penjual saja. “Hal ini seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah kenapa produk-produk makanan yang masuk ke Indonesia khususnya Kota Palembang belum memiliki sertifikat label halal yang harus dicantumkan dikemasan produk tersebut. Kami kan hanya penjual,” elaknya.
Mengenai imbauan dari Pemkot Palembang kepada pengelola pasar ritel Diamond agar menyediakan tempat khusus untuk produk-produk makanan yang belum memiliki label halal, diakuinya akan dibicarakan lagi kepada manajemen perusahaan. “Karena untuk menempatkan di rak khusus harus dicari dan dipilih tenpat yang benar-benar pas untuk meletakkan produk ini agat bisa dilihat oleh konsumen yang akan membeli,” katanya sembari tetap bungkam saat ditanyakan perusahaan yang memasukkan produk tersebut

Plh Kepala Balai POM Palembang, Dra Devi Lidiarti Apt mengatakan yang, jika produk makanan yang dijual di supermarket tersebut telah memenuhi izin dan melewati proses uji di balai pengujian obat dan makanan. Dengan kata lain, sudah layak jual secara kesehatan dan aman dikonsumsi.

Namun, kata DeviIa, secara pelabelan, sesuai dengan PP Nomor 69/1999 penjual harus memberikan label kandungan dalam kemasan, agar masyarakat memperoleh informasi mengenai apa yang mereka konsumsi.

“Semisal ada kandungan babi, harus dilabeli oleh penjual. Untuk itu, BPOM melakukan pengawasan dari Pra Produksi sampai Post Produksi (Penjualan). Namun, untuk halal atau tidaknya, tentu harus didaftarkan ke institusi terkait, dalam hal ini MUI,”katanya. (korankito com/ria)