Sidak, Wawako Finda Temukan Mie Instan Haram Asal Korea dan Cina

Wawako Finda saat sidak di supermarket Diamond.foto/ria

Palembang – Untuk mengantisipasi produk makanan dari luar yang masuk ke Kota Palembang dan terindikasi tidak memiliki sertifikat resmi dan halal dari Balai POM dan MUI Palembang, Pemerintah Kota (Pemkot) bersama Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Perdagangan Kota Palembang menggelar inspeksi mendadak di beberapa pasar ritel modern yang ada di Kota Palembang. Sidak yang dipimpin langsung Wakil Walikota (Wawako) Kota Palembang Fitrianti Agustinda mendatangi dua pasar ritel modern Diamond yang berada di Jalan R. Soekamto dan Carrefour yang berada di Jakan POM IX Kampus.

Saat mengunjungi pasar ritel modern Diamond, Finda langsung mendatangi outlet produk dari luar yakni sejenis mie instan yang diproduksi oleh perusahaan dari Korea dan Cina. Pantauan korankito.com, tampak karyawan pasar ritel tersebut terkejut dan tidak bisa berbuat apa-apa saat Finda langsung mengambil salah satu produk dan memperhatikan produk makanan dari luar tersebut.

Dari hasil sidak yang dilakukan ditemukan adanya beberapa produk makanan seperti mie instan yang diproduksi dari negara Korea dan Cina yang ternyata tidak memiliki label halal. Dan parahnya produk-produk tersebut diletakkan berdampingan dengan produk makanan sejenis dan merupakan produk lokal.

“Dari sidak yang kita lakukan hari ini kita temukan ada produk makanan yang tidak memiliki label halal. Produk-produk makanan ini berasal dari negara luar yah,” ungkapnya usai sidak, Selasa (24/1).

Finda mengimbau kepada masyarakat agar hati-hati dalam mengonsumsi produk makanan terutama produk makanan yang berasal dari luar. Apalagi dengan tidak ditemukannya label halal dikemasan makanan tersebut.

“Yah makanan ini lagi booming kan saat ini. Sudah itu harganya mahal lagi,” ulasnya.

Karena itu masyaralat harus jeli untuk melihat dan memperhatikan kembali produk-produk makanan yang akan dikonsumsi. Selain itu juga Finda mengimbau kepada pengelola pasar ritel moder Diamond agar meyediakan tempat ( soace) khusus untuk meletakkan produk-produk makanan dari luar yang belum memiliki label halal di rak khusus atau rak tersendiri agar serta mencantumkan keterangan agar jangan sampai masyarakat yang akan membeli mengetahui produk tersebut diragukan untuk dikonsumsi okeh masyarakat muslim.

“Mayoritas masyarakat Palembang kan muslim jadi. Jadi kita imbau pengelola untuk siapkan space khusu untuk produk yang diragukan kehalalannya,” katanya.

Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palembang Saim Marhaddam juga memgimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan maraknya produk makanan dari luar yang masuk ke Kota Palembang. Apalagi produk makanan tersebut belum memiliki sertifikat halal dari MUI sehingga diragukan kehalalannya.

“Perusahaan makanan tersebut harus mendaftarkan produk mereka ke MUI untuk mendaapatkan label halal produk mereka'” katanya.

Saim meminta kepada pemerintah agar dapat membuatkan aturan yang jelas mengenai produk-produk yang masuk ke Kota Palembang. Karena selama ini aturan tersebut belum ada dan hanya berdasarkan pengajuan untuk melalukan uji kelayakan produk serta pendaftaran ke MUI untuk menyatakan lroduk tersebut layak dikonsumsi.

“Kedepan harus dipisahkan mana yang halal mana yang tidak halal jadi masyarakat tidak bingung,” tukasnya. (korankito.com/ria)