Bisa Dipercaya

Si “Raja” Begal Keok Diterjang Timah Panas 

TERSANGKA – Monico Saputra alias Acul alias Raja Begal (18), pelaku begal bersama dua rekannya saat diamankan di Mapolsek SU II, Palembang. Foto/denny

Palembang – Seorang pemuda bernama Monico Saputra alias Acul alias Raja Begal (18) harus merasakan dua butir timah panas petugas kepolisian Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Seberang Ulu (SU) I, Palembang.

Pasalnya, ketika ditangkap di Jalan Silaberanti, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan SU I Palembang, Selasa (24/1) sore, Si Raja Begal nekat melawan serta hendak kabur dari sergapan anggota kepolisian.

Berita Sejenis

Juruparkir Todong Penumpang Bentor

Empat Begal ‘Cilik’ Dicokok Polisi

Motor Baru Ulfa Dirampas Begal

1 daripada 34

Tersangka bersama kedua temannya Maulana Ramadhan (16) dan FR (15) ditangkap lantaran terlibat aksi begal sepeda motor terhadap korban Yulinda Sari (21) di Jalan Gubernur HA Bastari, tepatnya depan Dekranasda Jakabaring Kecamatan SU I Palembang, Minggu (15/1).

Menurut pengakuan tersangka, sejak menghirup udara segar usai ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Anak Kelas I Pakjo Palembang, Senin (9/1) kemarin. Raja Begal setidaknya sudah 13 kali melancarkan aksi pembegalan terhadap korbannya bersama teman-teman yang lain.

“Kalau tidak salah sudah 13 kali kami beraksi, yang sering di Jakabaring dan dua lagi di wilayah SU II. Nah, terakhir itu korbannya, adik wanita itu, kami bawa dia ke Pemulutan dan saya tinggal di sana, motornya kami larikan,” katanya saat gelar perkara di Polsek SU II Palembang, Selasa (14/1) sore.

Acul juga mengatakan, selama menjalankan aksinya ia tidak segan-segan melukai korbannya jika melawan. Ia menambahkan dari 13 tempat kejadian perkara (TKP) itu ia mendapatan 15 unit ponsel berbagai merek serta dua unit sepeda motor matic.

“Ketika beraksi, teman saya ganti-ganti pak. Pernah dengan AE, kadang bersama Dendi, dan juga bersama LL. Kalau bersama Maulana dan FR baru satu kali, pas yang terakhir. Saya yang menodongkan pisau ke korban dan merampas barang, sedangkan teman yang lain nunggu di motor,” katanya.

Masih dikatakannya, uang dari hasil penjualan 15 ponsel dan dua unit motor itu, ia gunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Lantaran, menurutnya, ia hanya tinggal sebatang kara di Palembang dan tidak memiliki tempat tinggal.

“Ayah saya sudah meninggal, ibu pulang ke dusun. Jadi, saya disini sendirian, tinggal menumpang di rumah teman. Usai beraksi, ponselnya saya berikan kepada LL dan dia yang menjual dengan orang, tetapi kalau motor biasanya saya sendiri yang menjualnya,” tutur Raja Begal.

“Termasuk sepeda motor korban, saya jual dengan Sandi seharga Rp 700 ribu, uangnya untuk kami makan-makan bersama dan membeli minuman keras (miras),” tambahnya.

Raja begal menambahkan, ia pernah merasakan dinginnya tidur dibalik jeruji besi selama 1,5 tahun di LP Anak Kelas I Pakjo Palembang, pada tahun 2015 kemarin dengan kasus yang sama. “Ini merupakan yang ketiga kalinya saya masuk penjara, dan tidak akan berbuat lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek SU I Palembang Kompol M Khalid Zulkarnain mengatakan, tertangkapnya ketiga pelaku, berawal dari pihaknya mendapatkan laporan korban. Lantas, Unit Reskrim Polsek SU I Palembang melakukan penyelidikan.

“Hasilnya, kita berhasil menangkap pelaku berinisial MS saat sedang nongkrong. Setelah kita lakukan pengembangan, dua tersangka lainnya juga kita bekuk. Modus pelaku ini, mengiring korban dari arah belakang, setelah berada di tempat sepi, kawanan pelaku memepet dan menodongkan sajam ke korban,” jelasnya.

Khalid menambahkan, dilakukan pemeriksaan tersangka mengaku sudah 13 kali beraksi di kawasan Seberang Ulu. “Namun, ketika dikembangkan ada 16 laporan yang masuk ke kita. Tentunya akan terus kita kembangkan, termasuk mengejar pelaku yang masih buron,” tutupnya.

Atas perbuatannya pelaku akan dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan sembilan tahun penjara. Sedangkan arang bukti, pihaknya mengamankan satu sepeda motor Mio warna merahr milik korban. (korankito.com/denny)