Bisa Dipercaya

Potensi Andalan Muratara Siap Dikembangkan

Tim Kementerian PDT saat berkunjung ke Muratara.foto/dhia

Muratara-Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) Erwin Syarif berharap berbagai potensi andalan Muratara dapat segera dikembangkan. Khususnya dari sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang dinilai mumpuni untuk bersaing dengan daerah lain.

Hal ini ditunjukkan dengan telah hadirnya Tim Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), dan Transmigrasi Republik Indonesia ke Saung Terampil dan lokasi kebun jeruk di Desa Terusan, Kecamatan
Karang Jaya, belum lama ini.

Berita Sejenis
1 daripada 4

“Kebun milik masyarakat di Desa Terusan luasnya kurang lebih 200 hektare. Itu salah satu yang akan dikembangkan. Tim Kementerian sudah datang langsung dipimpin oleh Kasubdit Sumber Daya Manusia (SDM), Dr Sutanta. Mereka telah melihat langsung lokasi kebun jeruk warga tersebut di sana. Semoga menjadi angin segar bagi petani, khususnya petani jeruk Desa Terusan,” ungkap Erwin.

Menurutnya, pada Februari atau Maret mendatang diperkirakan akan digelar panen raya. Namun, petani dipastikan akan kesulitan dalam hal memasarkan hasil panen mereka, lantaran harga jual yang murah, yakni hanya berkisar Rp3.000 sampai Rp4.000 per kilogram.

“Ini yang sedang kita carikan solusinya. Sebab, tentunya harus ada produk turunan dari buah jeruk tersebut. Seperti misal dijadikan minuman syrup, minuman segar, manisan dan sebagainya. Ini sebagai solusinya dan antisipasi kalau harganya semakin jatuh, sehingga petani jeruk tidak merugi,” katanya.

Pihaknya memastikan, ke depan akan memberikan pelatihan kepada para petani untuk menerapkan hal ini, dan tentunya dibantu oleh pihak Kementerian, melalui alat-alat produksi, termasuk permodalan dan proses marketing.

“Kita harapkan, produk unggulan di Kabupaten Muratara akan terus dikembangkan. Tak hanya itu saja, sebab di wilayah ini potensi unggulan sangat banyak, seperti ikan pedo, buah duku, buah durian, olahan makanan dari biji pohon karet, termasuk kerajinan-kerajinan, semisal tikar dan kursi rotan,” ungkapnya.korankito.com/CR1(dhia)