Polda Sumsel Buru Pemilik Arena Judi Berkedok Game di PTC Mall Palembang

Anggota Ditreskrimum Polda Sumsel saat menggrebek arena judi berkedok game di PTC Mal, Palembang.foto/kardo

Palembang-Arena judi berkedok game ketangkasan di Palembang Trade Center (PTC) mall, Minggu (22/1) malam, digrebek anggota Dit Reskrimum Polda Sumsel.

Dari penggrebekan tersebut, dua orang ditetapkan sebagai tersangka. Kedua tersangka menjalani pemeriksaan secara maraton sejak Minggu malam. Kedua tersangka tersebut bertugas sebagai kasir. Selain kedua tersangka, polisi juga memburu pemilik usaha yang saat penggrebekan tidak berada di tempat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Prasetijo Utomo mengungkapkan, kedua tersangka yang berhasil diamankan, berjenis kelamin perempuan dengan inisial P dan W. Mereka terbukti turut terlibat dalam tindak pidana tersebut.

“Dua tersangka berperan sebagai kasir. Dan sekarang sudah kita tetapkan sebagai tersangka, sementara lima pemain dan pengawas masih diperiksa,” ungkap Prasetijo, Senin (23/1).

Selain itu, dirinya juga mengatakan, kasus ini  tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru, termasuk pemilik dan orang-orang yang diduga ikut terlibat. “Kita masih memburu pemilik usaha judi tersebut, dan sekarang masih diselidiki,” ujarnya.

Dia menjelaskan, arena perjudian itu telah lama beroperasi di lantai dua salah satu mal terbesar di Palembang ini. Omset yang didapat setiap hari terbilang besar, yakni mencapai Rp 15 juta.

“Informasi yang didapat, perjudian tersebut mendapat omset belasan juta rupiah,” katanya.

Diketahui, polisi menggerebek arena perjudian berkedok game ketangkasan di PTC mal yang berada di Jalan R Soekamto Palembang, Minggu (22/1) malam.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan sembilan orang, dua di antaranya kasir, lima pemain, dan dua orang lagi pengawas.

Selain itu, disita uang sebesar Rp 3 juta, mesin ATM, kartu judi (chip) dan bukti rekap pembelian. Perjudian itu menggunakan kartu chip untuk mendapatkan poin dan selanjutnya ditukarkan dengan uang.(korankito.com/kardo).