Bisa Dipercaya

Kampung Warna Warni Konsep Atasi Kawasan Kumuh di Linggau

Ketua TP PKK Lubuklinggau Hj Yetty Oktarina saat meninjau lokasi pinggiran sungai yang akan dijadikan Kampung Warna warni.foto/CR1 DHIA

LUBUKLINGGAU -Istri Walikota Lubuklinggu yang juga Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana merintis program kampung warna-warni untuk pemuk

iman kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), di Kelurahan Lubuklinggau Ulu,Kecamatan Lubuklinggau Barat II dan Ulak Surung,Kecamatan Lubuklinggu Utara II.

Berita Sejenis
1 daripada 3.075

Untuk tahap pertama, Rina akan menyulap dua Kelurahan di Lubuklinggau yaitu di RT 5 dan RT 6 Lubuklinggau Ulu dan RT 3 dan RT 4 Uluk Surung. Hal ini merupakan konsep penanganan pemukiman kumuh.

Persiapan demi persiapan terus dilakukan, bahkan beberapa hari lalu Rina bersama tim telah blusukan ke perkampungan yang akan disulap menjadi kawasan wisata kampung warna-warni tersebut.

“Target kita proses pengecatan kampung warna warni sudah selesai di bulan Maret nanti,‎sekarang untuk tahap awal di Linggau Ulu dua RT yakni 5 dan 6, dan Ulak Surung dua RT juga yaitu  3 dan 4,”kata Rina,usai rapat kemarin. (22/1).

Diterangkan Rina, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat dengan tujuan agar masyarakat di Lubuklinggau Ulu dan Ulak surung tidak kaget ketika program ini akan dilaksanakan serta memahami manfaatnya. Ditambah lagi, program ini perlu kerjasama masyarakat.

” Kita akan terus  melakukan beberapa kali lagi sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan pelaksanaan program kampung warna warni ini,”tambahnya.

Sedangkan, Kepala Dinas PU dan Tata Kota, Nobel Nawawi menjelaskan bahwa program kampung warna warni merupakan konsep untuk penanganan pemukiman kumuh di Kota Lubuklinggau dengan meniru yang ada di Malang.

“Jadi inti dari program ini bukan hanya membauat rumah menjadi warna warni namun mengajak masyarakat untuk memperbaiki lingkungannya, pengecetan rumah, sistem sanitasi dan kebersihan lingkunganya,”kata Nobel.

Diterangkannya, pihaknya telah melakukan pendataan, untuk sementara terdapat 170 rumah yang  yang akan dicat, rincianya 90 rumah di Kelurahan Lubuklinggau Ulu dan 80 rumah di Kelurahan Ulak Surung,  tapi itu akan dimatangkan lagi.

“Bulan Februari akan rapat detail dan perincian biaya. Biaya ini tidak hanya pemerintah,namun ada swadaya masyarakat berapa , dana mungkin ada dari CSR, jadi bisa yang lain mungkin ada tukang, dan ikut gotong royong dan lain sebagainya,”pungkasnya.korankito.com/CR1 (dhia)