Bisa Dipercaya

Dikasih Perhiasan Curian, Istri Pun Diciduk Polisi

Tersangka Mardianto dan istrinya saat diamankan di Polresta Palembang.foto/deny

Palembang- Mardianto (28), tersangka pembobolan rumah milik pensiunan Pertamina Chairuddin (63) harus merasakan timah panas anggota Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang. Saat digrebek di rumahnya Jalan Sekip Bendung, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Kemuning, Palembang, Sabtu (21/1) malam, Mardianto mencoba melawan petugas kepolisian.

Berdasarkan data yang dihimpun, tersangka beraksi pada Minggu (8/1) sekitar pukul 14.00. Saat itu Chairuddin bersama istrinya sedang keluar rumah, yang ada hanya keponakannya Fitriah (48) dan ibu kandungnya Ratna Maila Dewi.

Berita Sejenis

Tim Satgas Lubuklinggau Cek Stok Jelang Natal

Temani Cari Ponsel, Pelajar SMA Diperkosa

Asah Otak Sebelum Tumpul

1 daripada 3.080

Pelaku masuk dengan cara merusak jendela kamar pribadi korban. Ia berhasil menggasak barang-barang beharga milik Chairuddin seperti emas putih, berlian, uang Euro dan Ringgit Malaysia, sehingga mengalami kerugian mencapai Rp 350 juta.

“Sebenarnya tidak ada niat untuk mencuri rumahnya, waktu itu saya sedang mencari barang bekas. Ketika melihat rumah dia kosong, saya mencoba masuk ke dalam,” terangnya saat ditemui di ruang piket Reskrim, Senin (22/1) sore.

Namun, Mardianto tidak ingat barang-barang apa saja yang ia ambil dari rumah korban. Hanya saja, dari penjulan barang curian tersebut ia mendapatkan uang sebesar Rp 12 juta.

“Istri saya tidak bersalah, dia hanya memakai perhiasan yang saya ambil, makanya dia terseret ke sini. Perhiasan itu sebagian dijual, dapat uang sebesar Rp 12 juta, tetapi sudah habis untuk membeli bahan bangunan,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede membenarkan penangkapan pelaku. Menurutnya, saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan terhadap tersangka.

“Kita masih melakukan pengembangan terhadapnya, untuk mencari tahu TKP-TKP kejahatan dia. Tersangka sendiri, terancam dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun penjara,” ujar Marully.(korankito.com/denny)