Bobol Toko Ponsel, Dua Pengangguran Diciduk Polisi 

TERSANGKA – Dua tersangka, Muhammad Rudi (25) bersama Cahyadi Alkahfi (23) saat gelar perkara di Polresta Palembang, Selasa (24/1) sore. Foto/denny

Palembang – Dua pemuda pengangguran yakni Muhammad Rudi (25) bersama Cahyadi Alkahfi (23) ditangkap Unit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang, Selasa (24/1) sore.

Namun, dua butir timah panas harus bersarang di kaki Rudi, lantaran saat dilakukan penangkapan di rumahnya, Lorong Tangga Panjang, Kelurahan 9-10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang hendak kabur.

Keduanya ditangkap, lantaran terlibat aksi pembobolan toko ponsel milik Mukminin (28) di Jalan HM Riyacudu, Kelurahan 9-10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang, Sabtu (3/12) sekitar pukul 04.00.

Dimana saat itu, korban mendapatkan laporan dari penjaga keamanan Hasan yang mengatakan jika toko ponsel miliknya sudah dibobol. Ia pun mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Setibanya disana, korban mendapati 80 unit ponsel miliknya sudah dibawa kabur pelaku, hingga mengalami kerugian mencapai Rp 85 juta. Atas kejadian itu, korban akhirnya membuat pengaduan di Polresta Palembang.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono didampingi Kasat Reskrim Kompol Marully Pardede menjelaskan tertangkapnya pelaku berawal dari adanya laporan masyarakat tersebut.

“Setelah melakukan penyelidikan, Unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang berhasil mengamankan dua pelaku berinisial MR dan CA,” jelasnya saat gelar perkara di Mapolresta Palembang, Selasa (14/1).

Lanjutnya, dari hasil pemeriksaan kedua tersangka diketahui saat melakukan pembobolan toko ponsel itu, mereka juga dibantu oleh ketiga temannya yang masih buron yakni IC (24), HB (27) dan IH (25).

“Hasil pengembangan, kedua tersangka ini juga pernah terlibat aksi bobol minimarket di kawasan 14 Ulu, dan toko ponsel lainnya,” tambah Marully.

Untuk barang bukti, pihaknya mengamankan satu unit ponsel merek Mitto, satu ponsel Nokia, sebuah memory card dan tiga buah voucher bernilai Rp 15 ribu. “Kedua tersangka akan kita jerat dengan pasal 363 KUHP,” katanya.

Sementara itu, tersangka Cahyadi mengatakan dari aksi pembobolan yang dilakukanya, ia mendapatkan uang sebesar Rp 1,5 juta. Menurutnya, uang itu sudah digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Sudah habis pak, untuk makan sehari-hari. Saya tidak mempunyai pekerjaan, jadi waktu diajak oleh HB untuk beraksi saya mau,” tutup pemuda yang tinggal di Lorong Rukun IV, Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan SU II ini. (korankito.com/denny)