Alex Noerdin : Masyarakat Sumsel Harus Menjadi Pengguna Tekhnologi Yang Cerdas

Foto/hms

Palembang- Menghadapi kemajuan teknologi yang terus berkembang di seluruh lapisan dunia, konsekuensinya tentu saja akan menemui dampak positif dan negatifnya. Oleh karena itu jadilah pengguna teknologi yang cerdas, sebab kalau  tidak kita akan lebih mudah terpengaruh dampak negatif teknologi. Pandangan itu disampaikan Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin pada acara silaturahmi bersama  DHD Badan Penerus Pembudayaan Kejuangan (BPPK)’45 Provinsi Sumsel dan DHC BPPK’45 se-Provinsi Sumsel dengan tema ” Mengamalkan pancasila adalah suatu keharusan untuk keutuhan dan kesinambungan NKRI” di Griya Agung. Selasa (24/13)

Kemajuan teknologi saat ini tidak bisa dihindari, sebab teknologi merupakan sarana kebutuhan yang segala sesuatunya untuk mempermudah khalayak. Kendati demikian perkembangan teknologi tidak hanya memberikan dampak positif justru menjadi sorotan utamanya adalah dampak negatifnya untuk semua kalangan. Oleh sebab itu sangat pentingnya memanfaatkan teknologi yang sesuai peruntukannya dan pertanggungjawabanya.

Dalam hal ini Alex Noerdin menegaskan, sebagai Gubernur Sumsel sudah pasti menjadi tanggung jawabnya dalam memikul amanah membangun negeri ini membangun sebuah wilayah yang memberikan kontribusi terbaik untuk semua masyarakat. Dalam hal ini menanggapi masalah dampak negatif teknologi perlu adanya perhatian dari semua pihak, sebab kalau menggunakan teknologi yang sangat maju di era sekarang siap-siap menerima dampaknya tentunya tak hanya dampak positif saja melainkan dampak negatifnya.

“Saya punya usul Pemerintah harus segera membangun satu Information Center 24 jam dengan ratusan penjaganya, agar ribuan orang yang bertanya berita yang masuk ke smartphonenya langsung bisa ditanyakan kebenaranya,”harapnya

Lanjut Alex, sebagai penikmat teknologi haruslah cerdas dalam memilah dan memilih mana yang baik untuk di ikuti, sebab kalau tidak kita akan menjadi bulan-bulanan oknum yang tidak bertanggung jawab dalam menyebar luaskan berita hoax. Nomor satu dalam upaya mencegah dampak negatif dari teknologi adalah pendidikan, serta ajarkan teladan yang baik untuk anak-anak dalam menggunakan teknologi sesuai peruntukkan, tak hanya itu saja membatasi anak untuk menggunakan sosial media juga menjadi salah satu bentuk menanggulangi dampak negatif teknologi. Untuk menanggapi kasus ini kiranya perlu ada perhatian dari semua pihak.

“Jadilah orang tua yang dibanggakan anaknya, berikan contoh yang baik, contohnyo kalu pengen anak nyo dak merokok, yo jangan merokok kepas-kepus depan anak,” himbaunya dalam bahasa Palembang yg fasih.

Masih Alex, dampak nya itu untuk kita semua, ditambah lagi kecanggihan teknologi sekarang telepon genggam telah berdalih menjadi Smartphone, tentu saja akan menemui dua sisi yaitu negatif dan postitifnya,  kalau positifnya tidak perlu diragukan lagi akan tetapi negatifnyalah yang jadi masalah.

Dampak negatifnya bisa dicegah dengan perluas wawasan. Sehubungan dengan Kemajuan teknologi di dunia harusnya juga diiringi sumber daya manusia di Sumsel yang cerdas. Apalagi Sumsel terkenal akan kemajuan-kemajuan insfratruktur dengan banyaknya pembangunan yang membuat Sumsel diperhitungkan dimata dunia.

“Cari di seluruh Indonesia yang sama seperti Sumsel, banggalah menjadi masyrakat Sumsel dan marilah lindungi Sumsel dari dampak negatif teknologi,”ajaknya.

Turut hadir pada kesempatan ini Walikota Palembang H. Harno Joyo, Bupati Lahat H. Saifudin Aswari Rivai, SE, Bupati Muara Enim Ir. H Muzakir Sai Sohar, Bupati Oku Selatan Popo Alie, Bupati Ogan Ilir H. M. Ilyas Panji Alam, SE, SH, M.M, Bupati Musi Banyu Asin David BJ Siregar. (Korankito.com/hms/***)