Bisa Dipercaya

Terjaring Razia Bawa Shabu, Mulyadi Meringkuk di Sel

Palembang – Diduga sebagai bandar narkoba, Mulyadi (33) terjaring razia yang digelar jajaran kepolisian Polsekta Kertapati Palembang, di Jalan KI Marogan, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati Palembang, Minggu (22/1).

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu gram narkoba jenis shabu yang tersimpan di dalam saku pekaiannya. Atas ulahnya itu, tersangka kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Kertapati Palembang.

Berita Sejenis

Ogan Ilir: Bandar Narkoba Diringkus Polisi

Terlilit Utang, Bambang Main Sabu

Dua Wanita Bandar Narkoba Dituntut 15 Tahun

1 daripada 30

Kapolsek Kertapati AKP Delli Haris mengatakan, tertangkapnya pelaku berawal dari jajaran kepolisian Polsek Kertapati menggelar razia di wilayah Jalan Ki Marogan, Kecamatan Kertapati Palembang.

Kemudian, petugas melihat tersangka Mulyadi mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter menghindari razia tersebut dengan cara memutar balik kendaraannya.

Saat memutar kendaraan, petugas kepolisian melihat ulah tersangka, langsung melakukan pengejaran. Alhasil, Mulyadi dapat diamankan. Ketika digeledah anggota Unit Reskrim, ditemukan sepaket shabu.

“Berawal dari perintah atasan, agar setiap Polsek-polsek untuk melakukan razia diwilayahnya masing-masing. Ketika melaksanakan perintah itu, kita mendapatkan satu pelaku yang diduga bandar narkoba,” jelasnya.

Dalam pers rilis yang digelar di Mapolsek Kertapati, Senin (23/1) siang, Deli menambahkan, berdasarkan pengakuan tersangka, barang haram tersebut akan digunakannya bersama kedua temannya yang menunggu dirumahnya.

“Barang itu ia dapatkan dari Palembang dan akan di bawa ke Kabupaten Ogan Ilir untuk dipakai bersama kedua temannya. Namun, kita akan terus melakukan pendalaman, diduga dia ini merupakan bandar,” katanya.

Atas ulahnya itu, lanjutnya tersangka akan dikenakan pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman kurungan diatas lima tahun penjara.

“Barang bukti yang kita amankan sepeda motor milik tersangka beserta sepaket narkoba satu gram jika di uangkan seharga Rp1,2 juta. Kita akan kembangkan, guna menangkap pelaku lainnya,” tambah Deli.

Sementara itu, tersangka Mulyadi mengaku kalau shabu-shabu itu akan digunakannya bersama teman-teman yang lain. Ia juga mengatakan, barang haram itu, dibelinya dari seseorang yang tinggal di Simpang Sungki.

“Aku belinya sepaket itu seharga Rp700 ribu. Mau dipakai bersama teman-teman, biar enak bekerja saja. Kami semua penjaga malam, jadi kalau sudah mengkonsumsi sabhu, mata kami tidak bisa tidur,” katanya. (korankito.com/denny)