Bisa Dipercaya

Pinjam Laptop Siswa Demi Suksesnya UNBK

Palembang – Belum ada bantuan komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dari Direktorat Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), SMAN 19 Palembang terpaksa meminjam 180 laptop milik siswa kelas XII.

Hal ini diungkapkan Taufik selaku Kepala SMAN 19 Palembang. Menurutnya, sudah sejak setahun terakhir merancang pelaksanakan UNBK secara mandiri. Namun sampai saat ini, pihaknya belum mendapat kabar mengenai bantuan pengadaan komputer.

Berita Sejenis
1 daripada 8

Diakuinya, sebagai pilihan terakhir agar pelaksanaan UNBK secara mandiri bisa dilaksanakan, maka pihaknya terpaksa meminjam laptop siswa kelas XII yang mampu menjalankan aplikasi UNBK.

“Dari total 455 siswa kelas XII, kami berhasil menyaring 180 laptop yang memenuhi standar pelaksanaan UNBK. Tentu saja hal ini sudah kami sosialisasikan dan mendapat izin dari orangtua dan siswanya sendiri,” jelasnya di ruang kerjanya, Senin (23/01).

Dikatakannya, untuk pemasangan server, pihaknya akan menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS), untuk memasang lima server. Jadi dengan total 455 siswa yang akan UNBK dan 180 laptop, maka ujian akan dibuka dalam tiga gelombang.

“Dan untuk jaga-jaga, kami juga akan meminjam atau membeli mesin genset. Jadi bila terjadi pemadaman listrik, ujian dapat terus berlangsung,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) Widodo menguraikan, pelaksanaan UNBK secara mandiri menjadi prioritas, terutama untuk sekolah yang sudah mempunyai jaringan listrik, internet dan komputer.

Sedangkan sekolah yang berada di daerah pedalaman atau tidak mempunyai persyaratan tersebut, bisa menumpang ke sekolah lain dalam radius 5 kilometer.

“Boleh saja meminta bantuan pihak ketiga, baik dari wali siswa maupun komite sekolah untuk membantu pelaksanaan UNBK. Namun tetap tidak boleh memaksakan dan memberatkan orangtua,” pungkasnya. (korankito.com/eja)