Bisa Dipercaya

Hati-hati! Rokok Elektrik Bisa Meledak

Sumber gambar : www.dailymail.co.uk

Korankito.com –  Rokok elektrik atau biasa disebut dengan nama Vaporizer alias Vape memang tengah menjadi tren di kalangan anak muda sekarang ini. Kegiatan melakukan vaping ini memang sangat digemari oleh kebanyakan anak muda, karena bisa menghasilkan asap dengan jumlah yang cukup banyak serta asap yang dihasilkan memiliki aroma khas yang harum.

Akan tetapi, bagi perokok, terutama bagi pengguna rokok elektrik harus tetap berhati-hati karena ternyata rokok elektrik bisa secara tiba-tiba meledakdan terbakar. Sangat berbahaya!

Berita Sejenis
1 daripada 3.098

Saat ini banyak orang yang beralih dari rokok biasa ke rokok elektrik alias vape.Vaping menawarkan cara baru untuk merokok, ada berbagai macam rasa yang bisa Anda coba. Rokok jenis ini diproduksi dengan tujuan supaya orang perlahan akan berhenti menghisap tembakau, sehingga lama-lama mereka akan terbiasa untuk tidak merokok. Padahal, pada kenyataannya tidak semudah itu.

Tentu kita tahu bahwa nikotin tetap ada di dalam kandungan cairan yang digunakan untuk mengisi tabung rokok elektrik. Nikotin merupakan zat adiktif yang membuat seseorang menjadi ketergantungan. Ketika Anda berhenti mengonsumsi nikotin, tubuh akan menunjukkan gelaja fisik seperti pusing, mual, batuk, sakit tenggorokan, dan lain-lain. Itulah salah satu penyebab seseorang mengalami kesulitan untuk berhenti merokok.

Meskipun masih menjadi pro dan kontra, Anda tetap harus berhat-hati dalam menggunakan vape. Mungkin, Anda pernah mendengar berita yang marak akhir kahir ini tentang vape yang meledak? Benar atau tidak ya?

Memang ada banyak faktor risiko yang menyebabkan baterai rokok elektrik dapat meledak, antara lain :

  1. Pemakaian yang sembarangan atau kegagalan produksi. Contoh dari pemakaian sembarangan adalah memakainya terlalu sering atau membiarkan baterai terus tersambung ke listrik, padahal sudah terisi penuh.
  2. Sembarangan menggunakancharger. Penggunaan yang tidak apik akan mengarah pada panas berlebihan vape Anda. Ada beberapa produsen yang memang menawarkan proteksi terhadap panas yang berlebihan. Namun, tidak menutup kemungkinan ledakan masih akan terjadi.
  3. Menggunakan vape saat sedang di-charge.
  4. Setting-an vape yang terlalu ekstrim, gaya-gayaan agar uap yang dihasilkan ngebul
  5. Baterai vape sendiri berjenis lithium-ion, jenis ini termasuk baik untuk portable devices. Jenis baterai ini juga sering digunakan pada ponsel. Lithium-ion ini cukup aman sebenarnya, jarang ditemukan terbakar atau meledak. Namun, pada vape, lithium-ion memiliki struktur yang berbeda, yaitu berbentuk silinder. Ketika penyegel baterai pecah, tekanan pada vape silinder meningkat. Karena kegagalan baterai dan kontainer, maka ledakan pun bisa terjadi. Anda perlu berhati-hati,  temperatur 10 hingga 46 derajat Celcius sudah termasuk ke dalam temperatur yang ekstrem.

Perlu Anda ketahui, ledakan bisa terjadi tanpa peringatan atau tanda-tanda. Berhati hatilah. (korankito.com/berbagai sumber/***)