Bisa Dipercaya

Oknum Pol PP Salah Sasaran, Korban Terkapar di Rumah Sakit

Padli korban salah sasaran puluhan oknum Pol PP.foto/kardo

Palembang-Petinggi Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang, saat sepertinya harus segera menindak tegas oknum anggotanya yang bertindak arogan saat menjalankan tugasnya, terlebih lagi melukai masyarakat sipil.

Aksi arogansi Pol PP kali ini menimpa RM Padli (41), warga Jalan Mayor Ruslan, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. Ia harus dilarikan ke rumah sakit Siti Khadijah, Palembang, usai dirinya menjadi korban salah sasaran puluhan oknum anggota Sat Pol PP yang arogan saat tengah melakukan penertiban di kawasan pasar 26 Ilir, Jumat (20/1).
Kejadian naas tersebut terjadi ketika korban bersama istri dan anaknya sedang berbelanja di pasar 26 Ilir. Saat membantu istrinya mengangkat barang belanjaan, tanpa sebab, tiba-tiba puluhan anggota Sat Pol PP langsung memukulinyak tanpa bertanya kepada korban. Korban mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Berita Sejenis

Vendor ATM Dianiaya Atasan

Sedih, Minta Putus Gadis Cantik Malah Dianiaya Kekasih

Pelajar SMP Dikeroyok Enam ABG

1 daripada 35

“Saya sedang mengangkat barang-barang belanjaan istri saya, tidak tahu salah apa. Tiba-tiba Pol PP memukul saya dari berbagai arah,” ungkap korban saat ditemui di RS Siti Khadijah, Minggu (22/1).

Mirisnya aksi pengeroyokan tersebut terjadi tepat di depan istri dan anaknya. “Melihat saya dipukuli seperti itu, anak saya sampai trauma. Pelakunya sekitar 30 orang. Saya tidak bisa apa-apa karena saat itu saya sendirian,” jelasnya.

Melihat aksi anarkis yang dilakukan puluhan oknum anggota Sat Pol PP tersebut, warga yang berada di sekitar langsung  berhasil meredam aksi anggota Sat Pol PP yang saat itu masih saja memukuli korban.

“Di tengahi oleh warga sekitar, dan Pol PP tersebut langsung berhenti memukuli saya. Saya akan bawa kasus ini ke jalur hukum. Sebagai aparat seharusnya mereka tidak bertindak arogan dengan masyarakat sipil,” tuturnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam di bagian mata kiri, luka robek di telinga, dan empat gigi bagian depan patah. Bahkan, bagian rusuk korban juga terasa nyeri akibat pukulan dari puluhan anggota Sat Pol PP tersebut.

“Hingga saat ini, belum ada itikad baik dari pihak Sat Pol PP sendiri. Kami ingin oknum anggota yang terlibat diberikan tindakan tegas,”  tuturnya.

Dikonfirmasi terkait aksi arogan tersebut, Sekretaris Sat Pol PP Kota Palembang, Ricky Fanola Harahap mengatakan, usai menyelidiki kasus tersebut, pihaknya akan bertanggung jawab atas insiden itu. Termasuk juga akan memberikan pengobatan hingga korban sembuh. Dan berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Sudah diselidiki, dan kami akan bertanggung jawab untuk kerugian bahkan biaya pengobatan korban. Itu sudah kami lalukan. Saat ini kia masih selidiki oknum mana saja yang melakukan perbuatan anarkis tersebut,” kata Ricky.

Dia mengungkapkan, kejadian itu berawal saat anggotanya tiba di lokasi penertiban, dan salah satu mobil dinas milik Sat Pol PP dilempar dengan batu oleh orang tak dikenal dengan menggunakan batu.

“Salah satu mobil anggota dilempar oleh oknum preman. Ketika itu sempat terjadi bentrok. Karena saat itu suasana sedang tak terkendali itu, dan kebetulan korban melintas dan menjadi sasaran anggota kita. Intinya, hal itu terjadi tanpa sengaja. Tapi kami akan terus menyelidikinya, karena dari penertiban tersebut sudah memakan korban luka, yang dialami oleh masyarakat. Dan jika terbukti bersalah, kami tak segan-segan untuk memecat oknum tersebut,” teranganya.
Kapolsek IB I, Kompol Handoko Sanjaya juga membenarkan adanya laporan korban yang menjadi korban penganiayaan oleh oknum Sat Pol PP Palembang. Dan kini pihaknya masih akan menyelidiki kasus itu.
“Laporan sudah kita terima, saat ini kita akan kumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang mungkin melihat langsung kejadian tersebut. Dan kasus ini secepatnya akan kita diproses,” tutup Handoko.(korankito.com/kardo).