Ngaku Polisi, Penagih Utang Rampas Motor

KEHILANGAN MOTOR : Fiska Herlianto datangi Mapolresta Palembang, Ahad (22/1) melaporkan kejadian yang dialaminya ketika kehilangan sepeda motor yang diambil paksa sekelompok penagih utang/ Foto/Denny

Palembang – Sejumlah orang yang diduga debt colector mengaku petugas dari Polda Sumatera Selatan (Sumsel) rampas sepeda motor Fiska Herlianto (37) di kawasan Km12 Palembang, Sabtu (21/1) siang.

Fiska warga Jalan Lintas Timur Indralaya Komplek Serai Indah, Kecamatan Indralaya Kota, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolresta Palembang, Ahad (22/1).

Korban menuturkan, selain kehilangan sepeda motor Honda Blade warna Hitam Merah nopol BG 2422 TP juga mengalami luka disebagian tubuhnya karena dianiaya para pelaku.

Di hadapan petugas piket, Fiska mengatakan kejadian itu terjadi, Sabtu (21/1) sekitar pukul 14.00, saat hendak ke rumah saudaranya Santri Aksar (30) yang berada di kawasan KM 12, Palembang dengan mengendarai sepeda motor kesayanganya tersebut. Ketika melintasi Jalan Jendral Sudirman, tepatnya depan Rumah Sakit Moehammad Husein (RSMH) Palembang, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Palembang, korban dihadang empat orang pelaku yang diduga debt colector.

“Mereka minta motor, saya minta tunjukan surat-surat dari pengadilan dan pihak kepolisian dia tidak dapat menunjukan, makanya saya tidak mau memberikan. Eh, mereka malah mengeroyok saya, satu orang pelaku mengaku anggota kepolisian dari Polda Sumsel,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari korban. Selanjutnya, akan segera dilakukan penyelidikan.

“Kalau mereka bersalah, tentu dapat dikenakan pasal 365 KUHP, tentang perampasan dengan tindak kekerasan. Namun, kita akan melakukan penyelidikan dulu, untuk mengungkapkan kasus ini, korban sudah melapor dengan kita dan diminta untuk visum terlebih dahulu,” terangnya. (korankito.com/denny)