Guru ASN yang Mengajar di Sekolah Swasta akan Ditarik

Karikatur/perahukertas

 

Palembang – Sekitar 2 persen dari 9.503 guru aparatur sipil negara (ASN) yang mengajar di sekolah menengah atas (SMA) swasta di Sumatera Selatan (Sumsel) akan ditarik untuk mengajar di SMA negeri.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Widodo mengatakan, ada peraturan menteri yang memuat terkait dengan kewajiban ASN untuk mengisi pos-pos di sekolah negeri. “Jadi tugas pemerintah untuk menyediakan guru di sekolah negeri. Sedangkan, di sekolah swasta sudah ada kepala yayasannya, sederhananya seperti itu,” ujar Widodo, kemarin.

Menurutnya, saat ini tenaga pengajar untuk sekolah negeri masih kurang sekitar 2 persen dari keseluruhan guru ASN di Sumsel. ‘’Tapi itu tetap harus diperhitungkan sebagai sumber daya yang harus mengisi pos-posnya,” terangnya.

Widodo menyebutkan, tentu itu sangat mengganggu sebab selama ini sekolah swasta telah tertolong dengan guru ASN. Selain itu, tambahnya, adanya kebijakan tersebut sekolah swasta terpaksa mengeluarkan biaya tambahan lagi untuk membayar gaji guru pengganti ASN. “Sebetulnya peraturan itu sudah sejak lama dan akan dilaksanakan oleh badan kepegawaian daerah (BKD) masing-masing dan yang paling banyak di Palembang,” jelasnya.

Sebaliknya, Kepala Disdik Kota Palembang Ahmad Zulinto menilai sebaiknya tetap memberikan kelonggaran bagi guru ASN untuk mengajar di sekolah swasta yang betul-betul membutuhkan tenaga pengajar ASN. “Jadi guru ASN bisa diperbantukan,’’ tuturnya.

Zulinto juga melihat apabila guru ASN tidak mengajar di swasta maka akan kekurangan jam mengajar. “Kelemahan kita lihat pada saat sertifikasi. Kalau mereka ditarik ke sekolah negeri dan jam mengajar tidak cukup maka sertifikasinya tidak akan cair. Makanya, kita masih berikan kebebasan, sampai benar-benar ada payung hukum yang jelas,” tegasnya. (korankito.com/eja)