Diduga Peras Bandar Narkoba, Empat Oknum Polisi dan Seorang TNI Ditangkap

 

Mapolda Sumatera Selatan

Palembang-Empat oknum polisi dan seorang oknum TNI ditangkap karena diduga meminta uang damai kepada bandar dan pengguna narkoba.

Empat anggota polisi tersebut, Aipda RD (anggota Polres Ogan Ilir), Aipda AA, Bripka EV, dan Bripka AF (anggota Polda Sumsel), sementara seorang TNI berinisial Serka UB (anggota Kodam II Sriwijaya). Mereka kini masih menjalani pemeriksaan dan menunggu sanksi yang bakal diterimanya.

Sedangkan terduga bandar narkoba yang menjadi korban pemerasan adalah seorang ibu rumah tangga berinisial RN (34) dan pembeli shabu pria berinisial RZ (56), keduanya warga Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lincir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Informasi yang berhasil dihimpun, penangkapan berawal saat adanya laporan warga tentang penculikan terhadap RN dan RZ oleh sekelompok orang menggunakan senjata api yang mengendarai mobil, Jumat (20/1). Lalu, anggota Polres Banyuasin yang mendapat laporan tersebut langsung bergerak dan menghadang para pelaku di Jalan Lintas Timur Sumatera, Km 42, Kelurahan Mulya Agung, Kecamatan Banyuasin III, Banyuasin.

Dalam penghadangan tersebut, mobil yang dikendarai para oknum tersebut berusaha meloloskan diri dengan cara memutar arah. Tak ingin buruan kabur, petugas melepaskan tembakan yang mengenai pintu kiri dan membuat mobil itu langsung berhenti. Mereka pun tertangkap dan digiring ke Polres Banyuasin lalu diserahkan ke Polda Sumsel dan Denpom.
Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol Zulkarnain membenarkan, penangkapan empat anggota polisi tersebut. Sedangkan satu anggota TNI telah dilimpahkan ke Denpom dan dua warga yang diduga bandar dan pembeli narkoba diproses Ditres Narkoba Polda Sumsel.

“Benar, ada empat anggota polisi yang kita tahan karena diduga terlibat kasus pemerasan terhadap terduga bandar narkoba. Saat ini masih diperiksa oleh Propam. Dugaannya meminta uang damai. Tapi kita masih selidiki terlebih dahulu,” ungkap Zulkarnain, Minggu (22/1).

Zulkarnain mengatakan, jika keempat anggota tersebut terbukti bersalah maka pihaknya tidak segan-segan memberikan tindakan tegas. “Dari pemeriksaan, keempat anggota tidak mengakui, tapi kita sudah punya bukti kuat untuk menangkap keempat oknum tersebut,” pungkas Zulkarnain.
Barang bukti yang disita yakni satu unit mobil Daihatsu Xenia warna merah maroon nomor polisi BG 602 NT, dua pucuk senpi organik Polri, alat isap shabu, lima lembar kartu anggota polri/TNI, dan surat perintah (sprint) Pam atas nama salah satu anggota polisi.(korankito.com/kardo).