Dianiaya Waria, Gadis Cantik Lapor Polisi

DIANIAYA WARIA: Nita datangi Mapolresta Palembang, tadi malam, untuk melaporkan penganiayaan yang dilakukan seorang waria terhadap dirinya. Foyo/Denny

Palembang – Dianiaya waria (wanita pria), gadis remaja lapor ke Mapolresta Palembang, tadi malam.

Nita Sari (18) di hadapan petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta mengaku, tubuhnya mengalami luka memar setelah dianiaya seorang waria MR alias Viola (18) pada Jumat (20/1) siang.
Korban yang tercatat sebagai warga Lorong Masjid Jamik, Kecamatan Plaju, Palembang menuturkan, kejadian itu bermula ketika Viola menuduh dirinya sudah menyebarkan kepada orang lain bahwa terlapor merupakan lelaki.
“Dia itu, menyalahkan saya sudah berbicara kepada orang lain bahwa dia itu lelaki. Padahal, saya tidak pernah berbicara dengan siapa pun,” jelas korban di hadapan petugas piket SPKT Polresta Palembang.
Merasa tidak pernah berkata apa-apa dengan orang lain, korban akhirnya menemui terlapor untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Akan tetapi, saat pertemuan itu, justru Viola semakin marah. “Kami bertemu di samping rumah dia dan saya, kebetulan rumah kami bertetangga. Awalnya, saya ingin bertanya dengan baik-baik, kenapa dia menuduh saya itu. Tapi, dia malah marah-marah,” papar Nita.
Bahkan, tidak sekedar marah,  Viola mendorong korban hingga terjatuh disertai pukulan, sehingga Nitan mengalami luka memar di tangan dan sakit di bahu sebelah kiri.
“Sudah saya katakan, kalau saya tidak berbuat apa-apa. Tetapi, dia tetap menuduh saya. Bahkan, katanya dukun pegangan dia yang berada Sekip mengatakan kalau saya yang bicara itu,” ujar korban sembari menyebutkan ada beberapa saksi yang melihat kejadian itu dan berharao pelaku ditangkap.
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede menjelaskan, pihaknya sudah menerima laporan dari korban, selanjutnya berkas pelapor akan diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). “Korban sudah membuat pengaduan dengan kita, selanjutnya akan segera dilakukan proses penyelidikan, termasuk memeriksa saksi-saksi yang ada. Sedangkan, korban juga sudah dimintai untuk visum sementara,” tutupnya. (korankito.com/denny)