Jelang Kompetisi 2017, Kapolresta Imbau Suporter Jaga Suasana Kondusif Palembang

Kapolresta Kota Palembang Wahyu Bintono Hari Bawono berfoto bersama manajemen Sriwijaya FC serta suporter Sriwijaya FC. Foto/Resha

Palembang – Jelang bergulirnya kompetisi resmi 2017, para suporter sepakbola khususnya Sriwijaya FC diimbau dapat membantu pihak kepolisian menjaga suasana kondusif di Palembang.

Himbauan ini disampaikan Kapolresta kota Palembang Kombes (Pol) Wahyu Bintono Hari Bawono saat menggelar silaturahmi dengan para pengurus suporter dan manajemen Sriwijaya FC, Sabtu (21/1).

“Sebelum pertandingan dan sesudah pertandingan, selalu terjadi tawuran sesudah pertandingan, baik skala kecil maupun skala besar,” ujar Wahyu di hadapan para suporter yang berasal dari Sriwijaya Mania dan Singa Mania.

Apalagi berdasarkan pengalamannya, diungkapkan Wahyu, mayoritas pelaku kejahatan yang telah diungkap dan ditangkap oleh pihak kepolisian merupakan kalangan remaja.

“Kemarin ada pelaku pembunuhan kakek nenek, pelaku begal, kebanyakan mayoritasnya umur 14 – 15 tahun. Pas saya cek, di tahanan kebanyakan masih kecil,” lanjutnya.

Oleh karena itu, di hadapan suporter yang mayoritasnya masih kalangan remaja, ia juga menyelipkan pesan moral terkait dengan kekerasan yang sering terjadi di kerusuhan pertandingan sepakbola.

“Mari kita hilangkan kesan buruk remaja kota Palembang menjadi lebih baik, sehingga tidak identik dengan pelaku kekerasan. Sanksinya adek sendiri yang akan merasakan,” tukasnya.

Adanya himbauan itu, para perwakilan suporter menyambut baik ajakan tersebut. Mereka menilai bahwa kepolisian gelah bekerja dengan baik selama mengawal jalannya pertandingan. “Namun, kami sering diserang ketika pulang bertanding. Entah suporter mana, mereka tidak memakai atribut. Untuk itu kami minta personel bapak untuk menjaga jalan-jalan utama di kota Palembang ketika kami jalan pulang,” ujar perwakilan suporter Singa Mania, Yayan Hardiyansah. (korankito.com/resha)