Mantan Kadis PU Muratara Syarbani Ditahan

KORUPSI : Mantan Kadis PU Muratara Ahmad Syarbani (kiri) dijebloskan ke Lapas Kelas II A Lubuklinggau, karena tersandung kasus korupsi PNPM senilai Rp1,5 miliar. Foto/CR1/dhia

Lubuklinggau – Mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Muratara Ahmad Syarbani akan bermalam di ‘hotel prodeo’ Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lubuklinggau, mulai malam ini, setelah menjalani pemeriksaa selama 1 jam di Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, Jumat (20/1).

Syarbani ditudung melakukan tindak pidana korupsi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Kecamatan Karang Jaya sehingga negara dirugikan Rp1,5 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggau Jaya Putra didampingi Kasi Pidsus M Nurul Hidayat mengungkapkan, Syarbani ikut menikmati uang haram tersebut Rp200 juta dan uang tersebut diakui telah habis terpakai. ‘’Tersangka Syarbani cuma mengembalikan uang Rp50 juta,’’ ujar Jaya Putra.

Ia menjelaskan, memang ada upaya pengembalian kerugian negara Rp150 juta tetapi uang tersebut diserahkan kepada tersangka lain dalam kasus yang sama yakni Iskandar.

Jaya mengatakan, selain Syarbani ada tersangka lain yakni Bendahara PNPM Rodiawati, Iskandar serta Revi dengan status buron.

Dihubungi terpisah kuasa hukum tersangka, Darmadi Djufri menjelaskan, pihaknya akan mengajukan penangguhan penahanan. “Kami akan ajukan penangguhan penahanan tetapi saat ini masih dalam proses kajian tim.  Saya berharap kasus ini segera dilimpahkan agar ada kepastian hukum terhadap klien saya,” jelasnya. (korankito.com/Cr-1dhia)