Bisa Dipercaya

Bobol Toko Kelontong, Aditya Didor Tiga kali

Palembang – Aditya Putra Pratama (20), harus merasakan timah panas petugas kepolisian Unit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang, sebanyak tiga butir di kaki kiri dan kanannya.

Pasalnya, pemuda yang terlibat pembobolan toko kelontong ini, melawan petugas kepolisian saat ditangkap di rumahnya Jalan Temon, Kelurahan 27 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, Palembang, Rabu (18/1) siang.

Berita Sejenis
1 daripada 25

Berdasarkan data yang dihimpun, perbuatan pelaku terjadi Selasa (10/1), saat korban pulang dari Umroh, melihat pintu rumahnya sudah dirusak oleh orang tak dikenal. Lantas, korban pun langsung mengecek dan mendapati puluhan bungkus rokok, jam, sebilah badik, dan celengan sudah raib dibawa kabur kawana pelaku.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono didamping Kasat Reskrim Kompol Marully Pardede mengatakan, setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

“Setelah melakukan penyelidikan, anggota kita berhasil menangkap pelaku berinisial AP. Karena ia melawan petugas, dengan sangat terpaksa kita lumpuhkan,” katanya saat gelar perkara, Kamis (19/1) sore.

Dari tangan pelaku, pihaknya berhasil mengamankan 26 bungkus rokok berbagai merk yang belum sempat pelaku jual. Saat ini, pihaknya terus melakukan pengembangan apakah ada TKP lainnya.

“Pengakuan tersangka, saat beraksi ia bersama temannya JR (DPO) dan kita akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lain. Tersangka sendiri, akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara,” jelasnya.

Sementara itu, tersangka Aditya mengakui perbuatanya tersebut. Menurutnya, barang curian tersebut sudah ia jual kepada seseorang dan mendapatkan uang sebesar Rp 500 ribu.

“Uangnya sudah habis pak, untuk kebutuhan sehari-hari dan beli pakaian. Baru satu kali ini melakukannya, itu pun karena tidak mempunyai pekerjaan yang layak. Saya menyesal, tidak akan mengulanginya lagi,” katanya.

Dihari yang sama, Unit Pidum Polresta Palembang juga berhasil meringkus tersangka begal terhadap M Aris Bangki Mukti (13) seorang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Indralaya.

Adapun tersangka yang di tangkap yakni, Medi Saputra (20) warga Jalan Ahmad Yani, Lorong Sabar, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang.

Mencoba kabur dari sergapan petugas, saat ditangkap di kediamannya, tersangka Medi juga harus dilumpuhkan dengan timah panas sebanyak tiga butir di kaki kiri dan kanannya.

Berdasarkan data yang dihimpun, perbuatan pelaku terjadi pada Minggu (4/12) kemarin. Dimana saat itu korban dan rombongannya sedang menunggu teman-temannya yang lain, di Jalan Gub HA Bastari, tepatnya depan Taman Pelangi, Kecamatan SU I Palembang.

Lalu, datanglah ia bersama Erwin Panca Pratama dan Roy Martin yang sudah ditangkap terlebih dahulu, menemui korban, dengan modus pura-pura bertanya.

“Sudah tujuh kali pak beraksi, kami menggunakan pisau untuk mengancam korban. Motornya sudah dijual seharga Rp 2 juta, uangnya kami pakai pesta minum-minuman keras,” kata pelajar kelas 2 SMA ini.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede mengatakan, setidaknya tersangka MD sudah sepuluh kali melakukan aksinya di seputaran Seberang Ulu.

“Akan kita lakukan pengembangan lagi, terindikasi masih banyak TKP-TKP lainnya,” tutup Marully. (korankito.com/denny)