Bisa Dipercaya

Tiga Ormas Islam Datangi Polresta Palembang

SILATURAHMI – Ketua MUI Sumsel Syaim Marhadan, Ketua NU Ahsanudin, dan perwakilan Muhamadiyah M Haitami dan Soekarno Ys usai silaturahmi dengan Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, Kamis (19/1). Foto/Denny

Palembang – Tiga organisasi masyrakat (ormas) Islam di Kota Palembang yakni Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Muhammadiyah, mendatangi Mapolresta Palembang, Kamis (19/1) sore.

Kedatangan ketua MUI Syaim Marhadan, Ketua NU Ahsanudin, dan perwakilan Muhamadiyah M Haitami dan Soekarno Ys untuk bertemu dengan Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono.

Berita Sejenis
1 daripada 5

“Kita ingin mengkondusifkan Palembang, karena kita ketahui Palembang tidak pernah terjadi konflik. Jadi, tidak ingin dengan zero konflik kita semua menjadi terlena,” ucap ketua MUI Syaim Marhadan, usai pertemuan.

Lanjutnya, ulama harus besinergi dengan pihak kepolisian dalam menjaga kamtibnas di Kota Palembang. “Kita harus bekerja sama dengan Polri mengamankan Palembang secara moral, dan berharap kota kita tidak terjadi konflik apapun,” tambahnya.

Menurutnya, kalau niat ormas sudah ingin menghancurkan dan merusak bangsa Indonesia, lebih baik dibubarkan saja. Namun, pihaknya akan mendukung ormas-ormas yang bersifat membangun.

“Sebenarnya, kalau niatnya baik untuk membangun tidak masalah. Tetapi, kalau sekedar ormas yang kenyataannya memberikan kekhawatiran masyarakat, saya kira leibh baik tidak ada. Ormas yang sudah ada saja perlu dibina,” terangnya.

Sementara itu, Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono menjelaskan sejatinya ulama dan Polri harus bersinergi menyikapi dinamika yang terjadi saat ini di Indonesia.

“Kami jajaran Polri dengan beliau para ulama, akan selalu saling mendukung mewujudkan Palembang kondusif. Seperti kejadian dibeberapa daerah, seperti intoleransi agama, ada kejadian mengarah ke radikalisme, dan isu teroris sudah kita bicarakan,” jelasnya.

“Intinya, kami sepakat kalau Kota Palembang harus terbebas dari potensi-potensi gangguan seperti yang sudah saya sebutkan tadi,” tutupnya. (korankito.com/denny)