PDAM Eksekusi Pipa Ilegal di Penginapan Santai

Manager Pengendalian Kehilangan Air (PKA) PDAM Tirta Musi, Erwin Adyanto. foto/ria

Palembang – Adanya laporan dari masyarakat mengenai sambungan liar air bersih yang dilakukan Penginapan Santai yang berada di Jalan Slamet Riyadi, PDAM Tirta Musi segera melakukan penyegelan.

Saat tim pemutusan dari PDAM Tirta Musi melakukan penyegelan, pengelola Penginapan Santai tak bisa berbuat banyak saat petugas datang memeriksa sambungan pipa milik penginapan tersebut, Rabu (18/1).

Petugas pun langsung memutus aliran ilegal ini dan mengingatkan pengelola untuk menyelesaikan tanggung jawab karena telah melakukan tindakan pencurian air. “Kami tidak tahu betul, karena baru dua bulan bekerja disini. Mungkin pegawai atau pemilik sebelumnya yang lebih tahu,” ujarnya.

Manager Pengendalian Kehilangan Air (PKA) PDAM Tirta Musi, Erwin Adyanto mengatakan, sambungan Penginapan Santai tersebut sudah diputus sejak tahun 2009. Karena itu, pihaknya terpaksa mengeksekusi sambungan ilegal ini.

“Pemutusan permanen sudah lama, jika dihitung dari tahun 2009 sampai sekarang, artinya mereka harus membayar tunggakan selama 7 tahun,” ujarnya, Rabu (18/1).

Dari hasil hitungan pemakaian yang dilakukan selama 7 tahun jelas Erwin, total yang harus dibayar yakni Rp89 juta dan harus dibayar oleh pengelola.

“Awalnya kami tidak tahu bagaimana caranya mereka menggunakan air selama 7 tahun kemarin. Setelah dicari penyebabnya, mereka melakukan pemasangan sambungam ilegal. Maka itu langsung kami hitung pemakaiannya,” tegasnya.

Pemutusan pelanggaran ini merupakan hasil temuan petugas di lapangan maupun informasi dari masyarakat. Ia berharap, pihak pengelola mampu menyelesaikan tunggakan tersebut jika kedepan ingin kembali memasang sambungan.

“Sebenarnya ini cukup fatal, mereka memasang pipa ilegal. Tapi kami coba bertindak tegas dulu dengan menagih iuran yang dipakai selama 7 tahun kemarin. Ini juga peringatan keras kepada konsumen yang mencoba memasang pipa ilegal,” jelasnya.

Sepanjang 2016 lalu, tercatat ada sekitar 4.781 sambungan yang diputus sementara atau disegel lantaran tunggakan. Adapun catatan di Januari 2017 sebanyak 183 sambungan diputus sementara. Untuk sambungan yang diputus permanen di tahun 2016 mencapai 1.287 sambungan dan Januari 2017 sebanyak 140 sambungan.

“Jika tidak juga membayar sampai dua bulan bisa kami putus permanen, atau kalau berani menyambungkan ilegal bisa kami sebut pelanggaran seperti kasus penginapan Santai ini,” terangnya. (korankito.com/ria)