Baru 25 Persen Toko di Sepanjang Jalan Sudirman Dicat

Palembang – Dari imbauan yang diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dua minggu yang lalu kepada pemilik toko yang ada di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman untuk mempercantik toko milik mereka, ternyata baru sedikit yang mengindahkannya. Dari 365 toko, baru 25 persen yang sudah melakukan pengecatan.

“Hari ini kita lakukan pendekatan, agar para pemilik toko dapat segera mengecat tokonya,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Harobin Mustafa saat meninjau lokasi tersebut, Kamis (19/1).

Harobin menjelaskan, sebagian pemlik toko yang belum mengecat tokonya tersebut beralasan, akan mengecat toko miliknya setelah selesai perayaan imlek.

“Setelah imlek harus segera dicat. Sudah ada beberapa yang sudah dicat, nanti akan kita cek lagi siang dan malam hari, bagaimana hasilnya. Saat ini kita masih beri sedikit kelonggaran,” katanya.

Ditanya mengenai ada beberapa toko yang tidak ditemukan pemiliknya, Harobin mengatakan, toko-toko tersebut akan didata dan jika memang tidak ada pemiliknya, pihak Pemkot akan mengecatnya.

Sementara itu Camat Ilir Timur (IT) II Palembang, Agus Rizal mengatakan, jumlah keseluruhan toko yang ada di wilayah kecamatan IT II ini berjumlah 286 toko. Namun dari seluruh toko tersebut, baru 74 toko yang sudah dicat.

“Dari 286 itu, ada 37 toko yang kosong, kita masih akan terus menghubungi pemiliknya agar mengecat tokonya,” katanya.

Yuri salah satu tukang cat yang sedang melakukan pengecetan disalah satu toko mengatakan, untuk mengecat satu ruko tersebut setidaknya dibutukan 20 liter cat. “Sistemnya dicat semprot, tapi kalau temboknya itu memakai rol,” katanya.

Yuri pun mengatakan, untuk mengecat ruko tersebut, setidaknya selesai dalam dua hingga tiga hari pengerjaan, dengan estimasi biaya sekitar Rp 3 juta. Dengan program yang dicanangkan pemerintah kota Palembang ini, Yuri mengaku sedikit mendapatkan keuntungan.

“Upahnya saja Rp 2 juta, sisanya itu beli cat. Harga cat tergantung, ada yang murah, ada yang mahal. Alhamdulilah lancar, tapi memang tidak semuanya kami yang mengerjakan,” terangnya.

Sedangkan pemilik toko listrik CV Daya Utama, Aloy mengaku jika ia memilih untuk mengecat tokonya sendiri, karena lebih mengefisiensi dana yang akan dikeluarkan untuk mengecat tokonya tersebut. “Lebih hemat, ada waktu luang, lebih baik ngecat sendiri,” tegasnya. (korankito.com/ria)