31 Reklame Liar Dieksekusi

 

Palembang – Sebanyak 31 reklame liar akhirnya di tertibkan, Rabu (18/1) malam. Penertiban ini melibatkan tim gabungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) yakni Satpol PP, BPK, DPJPP dan Dishub Kota Palembang.

Asisten 1 bidang Pemerintahan Setda Palembang, Sulaiman Amin mengatakan, penertiban ini berdasarkan surat keputusan Walikota nomor 26 tentang pembongkaran media reklame.

Ia menjelaskan, pemilik reklame ini sudah beberapa kali diberikan surat peringatan untuk segera membongkar media iklan mereka. Namun dari tiga kali peringatan yang diberikan, pemilik sejumlah reklame ilegal tetap belum mencabut media tersebut.

“Akhirnya petugas gabungan Pemkot Palembang langsung mengeksekusinya,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk reklame liar atau ilegal bisa jadi karena tidak punya izin, berada di Ruang Terbuka Hijau (RTH), trotoar, menutupi bangunan cagar budaya, ataupun yang sudah mengajukan izin namun ditolak.

Petugas sendiri akan melakukan penertiban di dua titik, yakni di jalan Srijaya Negara dan jalan KI Ahmad Dahlan. “Malam ini kita lakukan di dua titik dulu. Sebab untuk merobohkan 1 reklame butuh waktu lama,” ujarnya.

Sebenarnya pihaknya ingin agar pemilik reklame liar ini untuk merobohkan sendiri medianya. Karena apabila sudah ditertibkan, maka seluruh reklame yang dirobohkan sudah jadi milik Pemkot Palembang.

“Kita beri waktu 14 hari terhitung dari eksekusi, jika tidak diurus maka sepenuhnya milik hak Pemkot,” tukasnya. (korankito.com/ria)