28 Ribu Bidang Tanah di Linggau Belum Bersertifikat

Walikota Lubulinggau H SN Prana Putra Sohe mengecek kendaraan Layanan Masyarakat Sertifikat Tanah (Larasita) milik BPN Kota Lubuklinggau.foto/CR-1Dhia

 

Lubuklinggau- Sedikitnya 28 ribu bidang tanah di Kota Lubuklinggau sampai saat ini belum memiliki sertifikat tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Lubuklinggau. Hal ini disebabkan mahalnya biaya pembuatan sertifikat secara mandiri.

Sedangkan kuota Proyek Operasi  Nasional Agraria (Prona) sertifikat tanah setiap tahun sangat kecil sekali, sehingga butuh waktu lama untuk menuntaskan 70 ribu bidang tanah yang ada di Kota Lubuklinggau.

Kepala BPN Lubuklinggau Agustian Samosir, menerangkan sampai saat ini dari 70 ribu bidang tanah baru sekitar 42 ribu bidang yang sudah bersertifikat, sisanya 28  ribu belum sertifikat.

” Sertifikat yang  ada 42 ribu bidang, sedangkan bidang tanah 70 ribu bidang, realisasi per tahun antara 1 ribu- 2 ribu bidang,”ujarnya, Kamis (19/1).

Agustian meminta agar masyarakat jangan hanya menunggu Prona, sebab kuota per tahun kecil sekali, karena itu masyarakat harus ikut juga program Larasita dan lainnya.

“Jangan hanya mengandalkan prona karena bisa sampai puluhan tahun baru selesai, untuk tahun ini saja cuman 1.000 kuota Prona kita,”terangnya.

Ia berharap ke depan kuota Prona untuk Kota Lubuklinggau bertambah sehingga penyelesaian sertifikat tanah bisa segera diselesaikan.

Sementara itu, Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe juga berharap ke depan kuota program Prona sertifikat tanah ini dapat bertambah, tujuanya untuk mempermudah masyarakat dalam pembuatan sertifikat tanah.

” Kita sosialisasikan, kemarin dipusatkan di Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Prona tahun ini hanya fokus ke Timur II, mudah-mudahan ke depan bisa bertambah itu harapan kita, “kata Nanan sapaan H SN Prana Putra Sohe.korankito.com/CR-1Dhia