Melawan, Bandar Narkoba Asal OKI Tewas Diterjang Peluru

 

Barang bukti narkoba yang berhasil diamankan Ditnarkoba Polda Sumsel.foto/kardo

 

Palembang- Kowi alias KW (42), bandar narkoba di kawasan SP Padang Ogan Komering Ilir (OKI) tewas setelah dadanya ditembus peluru petugas, lantaran menyerang petugas dengan senjata tajam, Rabu (18/1).

 

Direktur Reserse Narkoba (Ditres Narkoba) Polda Sumsel Kombes Pol Tommy Dwi Arianto mengungkapkan, penangkapan KW bermula dilakukan setelah petugas melakukan penyamaran sebagai pembeli dengan dua tersangka Tanwir alias Wir (36) dan Melly Apriana alias Melli (33) di depan PTC. Polisi mengamankan 1,1 kilogram shabu dan 875 butir pil ektasi dari tangan keduanya pada Selasa (17/1).

 

Dari nyanyian Tanwir dan Melly, petugas mendapati nama Kowi sebagai bandar shabu kawasan SP Padang. Namun, saat petugas melakukan pencarian di SP Padang tidak berlangsung mudah karena masyarakat sekitar melindungi KW bahkan melawan dan merusak kendaraan petugas dengan mengunakan sajam.
“Akhirnya petugas berhasil menggeledah rumah KW dan mendapatkan senpira beserta amunisi yang disimpan di dalam bawah tangga keramik yang juga menjadi tempat menyimpan shabu. Dari hasil pengembangan kita mengamankan barang bukti narkoba sebanyak 1,124,15 gram shabu dan 875 butir pil ektasi. Serta buku rekap tentang pemasukan dan pengeluaran hasil jual narkoba,” ujar Tommy, saat gelar perkara di kamar mayat RS Bhayangkara, Rabu (18.1).

Setelah melakukan pengeledahan akhirnya petugas berhasil menemukan KW namun langsung melompat dari atas rumah yang berada di perairan.

 

“Setelah berenang sejauh 3 kilometer KW dengan membawa sajam bersembunyi di bawah enceng gondok. Tapi karena melawan petugas KW terpaksa kita ambil tindakan tegas sehingga tersangka meninggal dunia dalam perjalanan kerumah sakit,” terangnya.

Narkoba yang disita petugas berasal dari Malaysia dengan terlebih dahulu mampir di Sumut. Diakui Tommy, selama proses penyelidikan sangat sulit karena di SP Padang KW sudah mempunyai pos-pos untuk memonitor anggota yang datang dan rumahnya dipasang CCTV. Sejauh ini tidak ada keterlibatan anggota, seandainya ada maka mereka harus siap berhadapan dengan Propam dan Dirnarkoba.

“KW termasuk bandar besar di Palembang dan sudah 1 tahun terakhir menjadi DPO kita. KW merupakan jaringan King yang sudah divonis 11 tahun penjara. Sedangkan kedua tersangka lainnya akan kita jerat dengan pasal 114 ayat 2 KUHP dengan ancaman 5 tahun hingga seumur hidup. Saya tegaskan kami akan mengejar seluruh bandar narkoba di kawasan Sumsel dengan berkordinasi bersama Kapolres setempat dan bila melawan petugas akan berakhir di kamar mayat,” tukasnya. korankito.com/resha