Bisa Dipercaya

Bahaya, Limbah Medis Dibuang Sembarangan

Sampah jarum suntik yang dibuang sembarangan.foto/CR-1Dhia-

 

Lubuklinggau-Kesehatan masyarakat dan lingkungan di Kota Lubuklinggau terusik. Terutama mereka yang berada di sekitar rumah sakit dan kontainer sampah. Pasalnya, terdapat limbah medis yang dibuang sembarangan dan cerobong asap pembakaran sampah medis yang tidak standar.

Limbah medis salah satunya  bekas jarum suntik dibuang sembarangan di pinggir jalan di depan Akper Depkes Lubuklinggau, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, tepatnya di samping kontainer sampah.

Berita Sejenis
1 daripada 21

Sampah medis ini berhamburan di pinggir jalan sehingga hancur dilindas kendaraan bermotor yang melintas. Belum diketahui siapa yang membuang sampah medis tersebut.

Kemudian cerobong asap tempat pembakaran sampah medis milik RS Sobirin Musi Rawas di Lubuklinggau sepertinya juga tidak memenuhi standar lingkungan hidup. Padahal asap yang keluar kemudian terhirup oleh masyarakat yang tinggal di sekitar rumah sakit.

” Kami sudah sidak 2 kali ke rumah sakit, sudah kita beritahu kalau cerobong asap mereka tidak memenuhi standar,dan masyarakat sudah ada yang melapor ke kita soal itu,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Lubuklinggau, Herdawan, Rabu (18/1).

Dijelaskannya, cerobong asap pembakaran sampah medis berdasarkan aturan harus lebih tinggi dari bangunan yang berada di sekitar rumah sakit.

“Cerobong asap RS Sobirin itu sudah kita cek, dan sudah kita layangkan surat, namun tidak ada tindaklanjut sampai saat ini. Masyarakat sudah banyak yang melapor,”tegasnya.

Selain itu,lanjut dia, sampah medis dari seluruh lembaga kesehatan tidak boleh dibuang sembarangan seperti yang terjadi di depan Apker Depkes Lubuklinggau sebab dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

” Sampah medis tidak boleh dibuang sembarangan, saya akan turunkan tim untuk mengecek ke lapangan, yang jelas itu melanggar kalau  memang dibuang sembarangan karena mencemari lingkungan” katanya.

Menurutnya, limbah rumah sakit dapat mencemari lingkungan penduduk di sekitar rumah sakit dan dapat menimbulkan masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan dalam limbah rumah sakit terdapat berbagai jasad renik penyebab penyakit pada manusia termasuk demam typoid, kholera, disentri dan hepatitis.

Limbah rumah sakit adalah semua sampah dan limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya. Secara umum sampah dan limbah rumah sakit dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu sampah atau limbah klinis dan non klinis baik padat maupun cair.

” Limbah benda tajam, limbah infeksius, limbah kimia, limbah radioaktif, dan seluruh sampah dari rumah sakit itu harus dikelola dengan baik,”ujarnya.

Terpisah Direktur RS Sobirin Mura di Lubuklinggau, dr Harun membantah cerobong asap tersebut tidak memenuhi standar. Bahkan sudah berketinggian 14 meter sedangkan standarnya 12 meter, namun pihaknya tetap menyadari bahwa adanya keluhan masyarakat sehingga pembakaran sampah medis dikurangi.

” Memang ada surat dari LH kota, tapi kita akan koordinasikan dulu dengan LH kabupaten, tapi untuk sementara itu kami mengurangi aktivitas pembakaran, jadi tidak full pembakaranya,” katanya.

Menurut dia, ketinggian cerobong asap yang harus 2 kali lipat dari lingkungan sekitar seperti disampaikan LH kota Lubuklinggau, tidak berdasar. “Kalau harus 2 kali lipat, bagaimana kalau kami bangun di Monas, berarti harus lebih tinggi,” pungkasnya.korankito.com/CR-1Dhia