Waspadai Penipuan Berkedok Bea Siswa!

Ni Ketut, korban penipuan berkedok bea siswa saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Selasa (17/1).foto/deny

 

 

Palembang- Ni Ketut Suandri (48), walimurid kelas III Sekolah Menengah Pertama (SMP) Karya Ibu Palembang, mengalami kerugian hingga Rp10 juta, usai menjadi korban penipuan berkedok beasiswa bagi siswa berprestasi.

Atas kejadian itu, ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Ponorogo I, Lorong Mawar III, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang ini melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Selasa (17/1) siang.

Di hadapan petugas, Ketut mengatakan, kejadian tersebut bermula saat ia mendapatkan telepon dari seseorang yang mengatasnamakan Kepala Sekolah Karya Ibu yakni Muhammadd Ali (49). SI penelepon mengabarkan bahwa anaknya Ni Made Tiara (14) mendapatkan beasiswa sebesar Rp5,7 juta.

Kemudian, pelaku meminta Ketut mendatangi mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk mengecek apakah uang beasiswa tersebut sudah diterima atau belum. Merasa percaya yang meneleponnya itu kepala sekolah anaknya, ia pun mengikuti kemauan pelaku.

Setibanya di ATM kawasan Jalan Abusama, Kecamatan Sukarami Palembang, Ketut diminta oleh pelaku untuk menekan kode 12014609012343, agar uang tersebut dapat segera diambil. Namun, bukan uang yang ia dapatkan, melainkan uang dalam tabungan sebesar Rp10 juta raib.

“Saya percaya itu, karena seminggu yang lalu anak saya disuruh untuk mengumpulkan data-data, karena menjadi siswa prestasi dan si penelepon itu mengaku sebagai kepala sekolah anak saya. Mau dapat uang, malah seperti ini,” kata Ketut.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Karya Ibu Muhammad Ali ketika dimintai konfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, beberapa waktu lalu, pihaknya menerima email dari Kementerian Pendidikan yang mengatakan adanya bantuan beasiswa bagi siswa berprestasi.

“Kami mendapatkan email dari Dapodik yang mengatakan akan mendapat bantuan beasiswa untuk siswa berprestasi, lalu kami mengirimkan data-data siswa yang berprestasi itu ke email itu,” jelasnya saat menemani walimurid membuat pengaduan di SPKT Polresta Palembang.

Menurutnya, ia tidak mengetahui kalau email tersebut merupakan palsu. Pihaknya merasa kecolongan dengan adanya penipuan tersebut. “Memang sering kami mendapat email itu dan mengirimkan data. Selama ini semuanya baik-baik saja, baru sekali ini kejadian seperti ini,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan korban, selanjunya akan segera ditindaklanjuti. “Laporan dari korban sudah kita terima, akan segera kita proses,” tegas Marully. (korankito.com/denny)