Sembilan Pelaku Begal Diciduk Polisi

BARANG BUKTI – Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono menunjukkan senjata tajam(barang bukti) yang digunakan para pelaku begal saat gelar perkara di Mapolres Palembang. Foto/denny

Palembang – Sebanyak sembilan dari puluhan tersangka begal sepada motor yang mengakibatkan Agung Syaputra (19) meninggal dunia, berhasil diciduk Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang, Selasa (17/1) sekitar pukul 03.00.

Mereka adalah, Robi (16), Aprizal (17), Angga (17), Muhammad Dimas Febriansyah (17), BR (14), RM (14) dan JT (14). Sedangkan, dua pelaku lainnya Marcel (17) bersama Agung Kusuma (16) harus dilumpuhkan dengan timah panas petugas.

Berdasarkan data yang dihimpun, perbuatan para pelaku terjadi Minggu, (15/1) sekitar pukul 02.00. Dimana, saat itu kawanan tersangka yang lebih dari 50 orang sedang berada di Jalan Mayor Zen, Kelurahan  Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang.

Kemudian, melintaslah korban bersama kedua temannya Sofyan Syariff (20) dan Haldi Kurniawan (18) di tempat kejadian perkara (TKP). Kawanan pelaku yang mengira ketiga korban merupakan musuhnya, langsung melempari korban dengan menggunakan batu serta kayu.

Mendapati serangan tersebut, korban mempercepat laju kendaraanya sehingga sepeda motornya terjatuh. Saat itulah, para tersangka langsung memukul Agung dan Syarif dengan menggunakan kayu, serta membacoknya menggunakan senjata tajam.

Setelah menyerang tersebut, kawanan pelaku membawa kabur sepeda motor Yamaha Nuovo BG 5926 QL milik korban. Sedangkan, Agung dan Syarif dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatakan perawatan intesif.

Sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang, korban Agung menghembuskan nafas terakhirnya, Selasa (17/1) sekitar pukul 05.00.

“Setelah melakukan penyelidikan, anggota kita berhasil mengamankan sembilan tersangka. Sementara, pelaku lainnya akan terus dilakukan pengejaran oleh anggota Satreskrim Polresta Palembang,” ucap Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, saat gelar perkara.
Dari tangan pelaku, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti berupa celurit, kayu balok, kayu sento, pakaian korban, serta sepeda motor korban yang dibawa kabur kawanan pelaku.

“Para tersangka ini, akan dikenakan pasal 365 ayat 4 KUHP dengan ancaman kurungan 20 tahun penjara atau hukuman mati,” tambah Wahyu.

Sementara itu, tersangka Marcel mengatakan, mereka hanya diajak oleh AI (DPO) untuk melakukan penyerangan terhadap kelompok lain. Namun, ketika menunggu tersebut, melintas korban yang memain-mainkan gas sepeda motornya.

“Kami kira mereka musuh yang kami tunggu, ternyata bukan. melihat korban mengegas-gas motornya, teman-teman ini langsung menyerang. Saya hanya membacoknya menggunakan arit, AI menikam korban,” ucapnya.

“Korban sudah terkapar, DY dan Agung yang bawa lari motor korban. Kami tidak tahu, mereka jual kemana dan berapa harganya. Kami tidak mendapatkan bagian apa-apa.Saya menyesal pak sudah melakukannya,” tutup Marcel. (korankito.com/denny)