Bisa Dipercaya

Pemkot Stop Penambahan Angkot

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Kurniawan

Palembang – Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Kurniawan menyatakan hingga batas waktu yang tidak ditentukan tidak akan memberikan izin penambahan angkutan kota (angkot) di kota Palembang.

“Tidak ada penambahan angkot sampai waktu yang tidak ditentukan. Kalaupun ada angkot baru, itu sifatnya peremajaan,” ujarnya Kurniawan saat menerima aksi unjuk rasa ratusan sopir angkot di kantor walikota palembang, Selasa (17/1).

Berita Sejenis
1 daripada 3.097

Dikatan Kurniawan, persoalan angkot di Palembang saat ini menjadi perhatian dari pihaknya. Sering terjadi aksi kucing-kucingan antara petugas dengan sopir angkot terutama angkot ilegal tersebut.

“Kami akan carikan formula khusus agar persoalan ini ada jalan keluarnya. Yang jelas, untuk angkot ilegal yang berhasil terjaring, akan kita kandangkan,” tegasnya.

Dijelaskannya, saat ini dari seluruh trayek yang ada, jumlah angkot yang ada di Palembang sudah mencapai 1664 unit. Dengan jumlah itu, maka melalui Perwali, Pemkot Palembang menyetop penambahan angkot penambahan jumlah angkot.

Sementara itu Koordinator angkot Kertapati, Abdul Rozak meminta pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang tidak lagi memberikan janji-janji terkait penertiban angkutan kota (angkot) di Palembang yang melakukan pelanggaran terhadap izin trayek.

Karena, keresahan begitu dirasakan para pemilik maupun supir angkot resmi, dengan keberadaan angkot ilegal yang bebas beroperasional saat ini. “Kami yang resmi merasa tidak adil. Apalagi, keberadaan angkot ilegal ini sering mencuri trayek,” ungkapnya.

Rozak menerangkan, saat ini angkot di Kertapati berjumlah 130 angkot. Dimana, jumlah tersebut saja sulit untuk mencari penumpang, dengan adanya angkot yang sering mencuri trayek tersebut, sangat berpengaruh terhadap pendapatan.

“Dari data kami, ada sekitar 30 angkot yang sering mencuri trayek. Dimana, angkot-angkot itu sudah habis masa trayek,”  terangnya. (korankito com/ria)