“Ngaku” Dibegal, Yusman Malah Masuk Penjara

LAPORAN PALSU – Yusman alias Yus (42) pelaku pembuat laporan palsu saat gelar perkara di Mapolres Palembang, Selasa (17/1). Foto/denyy

Palembang- Yusman alias Yus (42), warga Jalan Pengadilan Tinggi, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang ini, harus berurusan dengan pihak kepolisian Polresta Palembang. Pasalnya, Yusman sudah mengaku menjadi korban begal sepeda motor di kawasan Jakabaring, sehingga membuat pengaduan palsu di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Rabu (28/1) malam.

Dihadapan petugas, Yus mengaku nekat membuat laporan palsu agar angsuran kredit motor Yamaha Xeon GT yang masih 17 bulan lagi dapat terhapuskan dan ingin mendapatakan uang ganti rugi dari pihak asuransi.

“Hanya iseng saja pak, sebenarnya tidak ada niat untuk membuat laporan palsu, hanya saja waktu itu, motor saya disendera orang. Makanya membuat laporan palsu agar tidak lagi membayar kredit lagi,” katanya saat gelar perkara, Selasa (17/1) sore.

Diceritakannya, kejadian itu bermula saat ia hendak menikahi seorang janda berinisi DW. Namun, pernikahan yang ia rencankan tersebut batal dilaksankan, sehingga keluarga korban menuntutnya uang ganti rugi.

“Mereka minta uang ganti rugi sebesar Rp13 juta. Padahal, uang yang terpakai hanya sebesar Rp2,5 juta, itu untuk foto preweding dan biaya pembentukan uang. Karena saya tidak punya uang, jadi mereka menyadera motor saya,” katanya.

Setelah kejadian itu, lanjutnya, ia mendatangi SPKT Polresta Palembang untuk membuat laporan, sudah dibegal di kawasan Jakabaring dengan menggunakan senjata api (senpi) oleh dua orang pelaku.

Akan tetapi, usai membuat laporan itu, keluarga DW menyerahkan sepeda motor tersangka ke Polresta Palembang dan mengatakan kalau Yus tidak dibegal, melainkan sepeda motor itu dititipkan kepadanya sebagai jaminan untuk ganti uang pernikahan yang batal.

“Iya, memang kesalahan saya yang membuat laporan palsu itu. Kami batal menikah itu, karena saya belum mempunyai cukup uang, akan tetapi pihak keluarga dia terus mendesak agar pernikahan kami dipercepat,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede menjelaskan, tertangkapnya pelaku bermula dari adanya laporan yang masuk ke Polresta Palembang,

“Kemudian, ketika Unit Ranmor hendak melakukan pengungkapan kasus begal, ternyata ada kejanggalan. Motor miliknya berada ditangan orang lain, ketika didalami, ternyata tersangka ini menitipkan motor kepada orang tersebut, sebagai jaminan uang pernikahan yang batal,” ucapnya.

Pihaknya mengimbau, bagi masyarakat yang ingin membuat pengaduan, memang yang benar-benar terjadi dan dapat dipertangjawabkan. Jika, kedapatan membuat laporan palsu dapat di proses dengan hukum yang berlaku.

“Tersangka ini akan dikenakan pasal 263 atau 220 KUHP dengan ancaman kurungan enam tahun penjara,” tegasnya. (korankito.com/denny)