Curi PS, Pengangguran Diringkus

Novian Hidayat, tersangka pencurian PS diamankan anggota Polsek IT II, Selasa (17/1).foto/kardo

 

Palembang-Novian Hidayat (22) diringkus petugas Polsek IT ll Palembang lantaran mencuri salah satu permainan playstation (PS) di rental tempat ia biasa bermain. Playstation yang dicuri Novian itu milik Ignatius Sukiman (61) di Jalan Prajurit Kemas Ali nomor 3.034, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II.
Diakui Novian, yang tinggal di Jalan Pendawa, Lorong Madukara, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, dirinya tidak memiliki penghasilan karena menganggur sehingga mencuri untuk bisa terus melakukan hobinya bermain playstation.

“Saya hobi main playstation, tapi karena setiap hari minta uang, keluarga saya marah karena saya belum bekerja dan tidak punya penghasilan,” ujar Novian saat diamankan di Mapolsek IT ll Palembang, Selasa (16/1).Saat beraksi Novian sengaja membekali dirinya dengan tas ransel saat bermain games di rental tersebut dengan niat untuk mencuri. Saat sang pemilik rental lengah dan tidak ada yang memperhatikan, Novian segera memasukkan satu unit playstation yang sedang dimainkannya ke dalam ransel. Kemudian pergi meninggalkan rental tersebut.”Waktu itu memang lagi sepi, tidak ada yang main selain saya. Yang punya juga sedang tidak ada di tempat. Setelah berhasil mencuri, saya langsung kabur,” aku Novian.Diakuinya, dirinya pun segera menjual PS tersebut ke salah satu kenalannya seharga Rp500.000. “Uangnya saya pakai untuk jajan dan untuk main playstation lagi,” tambahnya.Korban yang menyadari salah satu playstationnya hilang, langsung mencurigai tersangka. Korban pun segera melaporkannya kepada polisi.Kapolsek Ilir Timur II Kompol M Hadiwijaya didampingi Kanit Reskrim Ipda Yundri mengatakan, pihaknya segera menelusuri keberadaan tersangka setelah mendapatkan laporan korban.

“Tersangka ditangkap di rumahnya saat tengah bersantai. Saat diinterogerasi tersangka mengakui telah mencuri, akhirnya kami ringkus. Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara,” pungkasnya.(korankito.com/kardo).