Bisa Dipercaya

Pria Pengangguran Curi Besi LRT

CURI BESI LRT: Tersangka Bayu (baju merah) ditangkap polisi karena ketahuan mencuri besi proyek LRT, Senin (16/1). Foto/Denny
Palembang – Berdalih tidak punya pekerjaan, Bayu Saputra (23) nekat mencuri potongan besi pembangunan light rail transit (LRT) Pasar Cinde, Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Palembang, Senin (16/1) pagi.
Namun, belum sempat membawa kabur sepuluh potongan besi tersebut, aksi warga Jalan Kapten Cek Syeh, Kelurahan 18 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang itu diketahui aparat Satuan Sabhara Polresta Palembang yang sedang melakukan patroli keliling.
Alhasil, tersangka Bayu digelandang ke Mapolresta Palembang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannyam.
Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Andi Kumara menjelaskan, tertangkapnya tersangka bermula dari kecurigaan anggotanya yang melihat tersangka masuk ke dalam kawanan proyek pembangunan LRT secara mengendap-endap. “Bermula dari gerak-gerik tersangka yang mencurigakan, petugas kita melakukan pengintaian. Kemudian, saat dia hendak membawa kabur potongan besi, kita lakukan penangkapan,” jelas Andi saat dimintai konfirmasi di ruang kerjanya, Senin (16/1).
Dalam melancarkan aksinya, lanjut Andi, tersangka tidak sendirian, melainkan dibantu seorang temanya berinisial RO yang saat ini masih dilakukan pengejaran. “Tersangka dua orang, satunya berhasil melarikan diri saat ditangkap,” tambahnya.
Andi menyebutkan, tersangka berikut barang bukti berupa 10 potongan besi berdiameter 25 dan 32 dengan panjang hingga dua meter dan sepeda motor Honda Beat nopol BG 4544 QC sudah diamankan di Polresta Palembang. “Selanjutnya akan kita serahkan ke Satreskrim Polresta Palembang untuk pengembangan lebih lanjut, dan akan mengejar satu pelaku lainnya yang hingga saat ini masih buron,” ujar Andi.
Sementara itu, tersangka Bayu mengaku perbuatanya itu dilakukan secara tidak langsung. “Tidak kami rencanakan, kami lagi lewat melihat ada tumpukan besi di sana. Lalu, langsung kami ambil saja,” ucap pemuda pengangguran ini.
Jika berhasil, rencananya 10 potong besi itu akan dijual secara kiloan. “Baru satu kali ini melakukanya, itupun kerena kepepet tidak mempunyai uang lagi. Saat ditangkap, teman saya itu berhasil kabur dari petugas. Saya menyesal pak,” tutup Bayu. (korankito.com/denny)