Bisa Dipercaya

Pengobatan Terhenti, Kepala Syasa Terus Membesar

 

KEPALA MEMBESAR : Bocah Syasa kepalanya terus membesar karena menderita Hydrocephalus saat dijenguk Wawako Finda, Senin (16/1).foto/ria

Palembang – Di usia yang sudah menginjak 3,5 tahun, Syasa hanya bisa terbaring lemah tak berdaya. Saat anak-anak seusianya sudah berlari dan lancar berbicara, anak pertama pasangan Anita dan Budi ini hanya tergolek lemah.

Berita Sejenis

SMKN 2 Palembang Bidik World Class

Dzhalilov Targetkan Top Skor Bersama SFC

Terduga Teroris ‘Jakfar’ Dikenal Tertutup di…

1 daripada 3.067

Syasa yang menderita Hydrocephalus sejak usia dua bulan, jangankan bisa berjalan dan berlari seperti anak lainnya, berbicara pun sulit ia lalkukan. Mirisnya, kepala Syasa kian membesar dan terdapat keluhan lainnya seperti badan yang sudah sangat kurus dan kaki yang semula lurus, saat ini sidah bengkok.

Bocah Syasa merupakan satu dari tiga warga Kecamatan Sako lainnya yang membutuhkan bantuan pengobatan. Sedangkan dua lainnya adalah penderita lumpuh layu.

Staf Kessos Kelurahan Sako Sri Kusnaeni mengatakan, Syasa adalah salah satu anak yang menderita Hydrocephalus. Ia menjelaskan pengobatan bocah ini sebenarnya memang belum tuntas.

Untuk pengobatannya dulu sudah pernah dibantu dengan dilakukan penyedotan cairan di kepalanya. “Ya, anak ini pernah dibantu pengobatan dua tahun lalu. Dulu kepalanya belum membesar seperti ini,” ujarnya usai menemani Wakil Walikota (Wawako) Kota Palembang Fitrianti Agustinda yang datang untuk mengantar Syasa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) BARI Palembang, Senin (16/1)/.

Namun karena usia yang masih kecil, Syasa tidak bisa menjalani operasi dan hanya dilakukan penyedotan cairan saja. Karena ketiadaan biaya, membuat orangtua bocah ini menghentikan pengobatan sehingga penyakit yang disebabkan oleh virus ini kembali membesar.
“Penyakit ini sebetulnya harus rutin diperiksa jangan sampai membesar seperti sekarang,” katanya.

Sementara itu, Wakil Walikota Fitrianti Agustinda saat menegok Syasa Ramadhani segera merujuk Syasa ke RSUD BARI.Finda menekankan kepada pihak kelurahan dan kecamatan untuk peka dan peduli dengan warga di lingkungan mereka.

“Saya minta kelurahan dan kecamatan untuk mendata warga mereka yang membutuhkan bantuan terutama bantuan pengobatan seperti ini agar bisa segera tertanggulangi,” ucapnya.
Finda menjelaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang siap membantu warga miskin seperti Syasa yang membutuhkan bantuan pengobatan. Namun memang syarat untuk bisa mendapatkan pengobatan gratis dari pemerintah kota harus memiliki jaminan kesehatan dari BPJS atau jaminan sosial kesehatan (Jamsoskes) dari pemerintah.  “Untuk warga yang belum terdaftar akan dibantu dari Dinas Kesehatan dan RSUD Bari,” pungkasnya.(korankito.com/ria)