Bisa Dipercaya

Pembakar Mobil Pajero dan Terios di 1Ilir Ditangkap

PELAKU TEROR: Empat sekawan pelaku teror di Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan IT II diringkus petugas Polsek IT II, Palembang. Kamis (12/1). Foto/Kardo

 

Palembang – Empat pelaku teror yang membakar sejumlah harta benda milik warga Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II pada Senin (9/1) bertekuk lutut di hadapan petugas Polsek IT ll Palembang.

Mereka yakni Selamet Tri Subagio (20), warga Jalan Ratu Sianom, Lorong Langgar, Kelurahan 3 Ilir dan Aditya (25), warga Jalan Sultan Agung nomor 18, RT35/7, Kelurahan 1 Ilir. Kemudian Khairul Muhammad (28), warga Jalan Ratu Sianom Lorong Rawa-rawa nomor 80, RT3/1, Kelurahan 1 Ilir dan MY (17), warga Jalan Sultan Agung RT3/2, Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang.

Berita Sejenis

Dihadapan petugas, tersangka MY mengaku, dirinya yang pertama kali memiliki ide untuk melakukan pembakaran tersebut. Aksi tersebut dilakukan lantaran dirinya kesal kepada warga di Kelurahan 1 Ilir yang pernah menuduhnya pencuri. “Saya kesal pak, kemarin saya sempat dituduh mencuri. Saya minta uang Rp20 ribu ke Selamet untuk beli bensin. Lalu saya mengajak mereka untuk berkeliling di 1 Ilir. Pertama kali ke di Lorong Sultan Agung, ketemulah mobil Pajero BG 805 LK. Adit yang siram bensin lalu saya bakar pakai korek gas,” ungkap MY saat gelar tersangka di Mapolsek IT ll Palembang, Kamis (12/1).

Diakuinya, setelah itu mereka berkeliling ke Lorong Kepur menemukan mobil Terios BG 1706 IN milik Nur Fitriati dan kemudian kembali memandikan mobil tersebut dengan bensin dan menyulut api hingga membakar seluruh badan mobil. Teror yang mereka tebar kembali berlanjut di Lorong Taligawi. Mereka membakar dua mesin pompa air merk Tiger milik M Yanto, sebelum membakar meja tumpukan kardus berkas milik Ruslan di Jalan Sultan Agung dan kemudian melarikan diri. “Setelah itu kami berkeliling menghabiskan bensin, apa yang kami temui ya kami bakar,” akunya.

Meski sudah tertangkap, tersangka Adit masih saja terus berkilah dan tidak mengaku telah membakar pompa air dan meja serta kardus. Dirinya hanya mengaku ikut membakar mobil. “Iseng saja pak, gak ada alasan khusus,”kilahnya.

Sementara itu, Kapolsek Ilir Timur II Kompol M Hadiwijaya didampingi Kanit Reskrim Ipda Yundri berujar, latar belakang empat sekawan ini melakukan pembakaran tersebut akibat pernah dituduh warga melakukan pencurian di kawasan tersebut. “Sebelumnya, mereka berempat ini pernah dituduh mencuri oleh warga. Namun karena belum sempat mencuri dan tidak ada barang bukti, warga pun tidak bisa mengamankan mereka ke Polsek. Salah satu pelaku yakni Selamet merupakan residivis kasus pencurian beberapa tahun lalu,” ujarnya.

Penangkapan pelaku, tutur Hadi, berawal dari laporan warga dan memberikan ciri-ciri pelaku. Pada Rabu (11/1) petang, ditangkaplah tersangka Selamet saat sedang berjalan di dekat rumahnya.

Penangkapan Selamet pun memberi andil pengembangan penyelidikan terhadap penangkapan pelaku lain hingga semuanya ditangkap. “Akibat ulahnya, para pelaku ini akan dijerat dengan pasal 187 KUHP  tentang pemufakatan jahat dan pasal 170 ayat (1) tentang kekerasan terhadap barang. Masing-masing terancam kurungan penjara 12 tahun,” tegasnya.(korankito.com/kardo).