SMPN 19 Palembang Diduga Pungut Iuran

PUNGUT IURAN: Sejumlah tengah bermain di halaman SMPN 19 Palembang, (Kamis/12/1). Sekolah ini diduga lakukan pungut iuran dari siswa untuk acara perpisahan guru yang pensiun. Foto/Eja

 

Palembang – Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN ) 19 Palembang diduga pungut iuran dari siswa untuk acara perpisahan lima gurunya yang akan pensiun tahun ini.

Informasi ini didapat Koran Kito dari beberapa pengaduan wali siswa yang merasa sumbangan tersebut memberatkan.

Salah satu walisiswa kelas IX SMPN 19 Palembang berinisial D mengaku, kedua anaknya yang bersekolah di sana harus membayarkan sumbangan sebesar Rp50 ribu kepada sekolah untuk acara perpisahan lima guru yang akan pensiun tahun ini. “Tidak ada surat edaran, hanya imbauan dari guru kelas untuk memberikan sumbangan sebesar Rp50 ribu. Bahkan tidak ada tanda terima setelah saya membayarkan sumbangan tersebut,” jelasnya, Kamis (12/01).

Hal senada diungkapkan oleh seorang wali siswa kelas VII SMPN 19 Palembang berinisial K, cucunya meminta uang Rp50 ribu untuk sumbangan perpisahan guru yang akan pensiun. “Saya kaget, kok tiba-tiba cucu saya minta uang sebesar itu. Setahu saya kalo sumbangan itu kan sukarela dan tidak ditentukan nominal dan kewajiban memberikannya. Jelas ini memberatkan bagi orangtua yang kurang mampu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 19 Palembang Nur Isnaini melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Parman menjelaskan, memang ada lima orang guru yang akan pensiun. Namun pihaknya tidak menarik sumbangan apapun terkait hal tersebut. “Memang akan ada acara perpisahan untuk lima guru yang akan pensiun. Tapi kita tidak menarik sumbangan apapun kepada siswa untuk acara itu,” bantahnya, Kamis (12/1).

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto menegaskan, sekolah tidak boleh menarik sumbangan apapun kepada siswa, apa lagi diluar masalah pembelajaran dan operasional. “Jual LKS saja dilarang, apalagi pungutan diluar kegiatan belajar,” pungkasnya. (korankito.com/Eja)