Ribuan Paket Kosmetik dan Obat Disita Polisi

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono. Foto/Denny

Palembang – Ribuan paket kosmetik dan obat-obatan ilegal berbagai jenis dan merek disita petugas Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Palembang.
Selain kosmetik dan obat-obatan turut pula ditangkap seorang ibu rumah tangga NN (29) sebagai pemilik barang ilegal itu.
Berdasarkan data yang dihimpun, penangkapan NN bermula dari adanya laporan masyarakat yang mengatakan tersangka  menjual barang-barang ilegal berupa kosmetik dan obat-obatan. Setelah dilakukan penyelidikan, tim Satres Narkoba melakukan penggeledahan di rumah tersangka NN di Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami, Palembang, Rabu (11/1), didapati 55 item kosmetik dan obat-obatan ilegal.
Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono menjelaskan, tersangka diduga telah menjalani perdagangan barang ilegal itu lebih dari satu tahun..
“Dia mengaku sudah lebih dari satu tahun menjual barang itu. Caranya, pelaku memesan secara online dari agen, kemudian distribusikannya kepada pemesan secara online juga,” ucapnya saat gelar perkara, Kamis (12/1) sore.
Lanjutnya, barang-barang tersebut akan diserahkan kepada Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengecek apakah kosmetik dan obatan tersebut berbahaya bagi kesehatan penggunanya. “Kita menunggu hasil pemeriksaan dari BPOM. Kebanyakan barang-barang ini, dari luar negeri seperti Korea, Jepang, Cina, dan lainnya. Kalau dirupiahkan, mencapai Rp 200 juta,” tambahnya.
Menurutnya, untuk mengantisipasi peredaran kosmetik dan obat-obatan ilegal di kalangan masyarakat, pihaknya akan bersinergi dengan BPOM.  “Tersangka akan dikenakan pasal 197 Jo Pasal 106 ayat 1 UU No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana kurungan 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 15 Miliar,” tutupnya. (korankito.com/denny)