19 Warga Bangladesh Segera Dideportasi

WARGA ASING: Sebanyak 19 WNA asal Bangladesh ditahan Imigrasi Kelas I Palembang karena menyalahi izin kunjungan, Kamis (12/1). Foto/Denny

Palembang – Sebanyak 19 warga negara asing (WNA) asal Bangladesh segera dideportasi karena melangggar izin kunjungan.
Belasan WNA tersebut diamankan pihak Imigrasi Kelas I Palembang setelah kedapatan menggunakan visa wisata untuk menetap di Indonesia. Mereka ketahuan saat terjadinya kecelakaan tunggal bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Desa Pangkalan Panji, Kabupaten Banyuasin, beberapa waktu lalu.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Palembang Barlian mengatakan, saat ini pihaknya hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengembalikan 19 WNA tersebut ke negara asalnya.  “Dalam waktu dekat kita akan mendeportasi yang bersangkutan. Setelah kita mendapatkan konfirmasi dari Bangladesh, secepatnya akan kita pulangkan mereka,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/1) siang.
Menurutnya, 19 WNA tersebut masih mendekam di sel tahanan kantor Imigrasi Kelas I Palembang, Jalan Pangeran Ratu Jakabaring, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang. “Mereka masih diamankan ditempat kita.Makan dan minum juga kita yang berikan. Karena kita masih menghormati hak asasi manusia (HAM),” tambah Barlian
Ia menjelaakan, Imigrasi Kelas I Palembang selalu mengantisipasi masuknya WNA ke Indonesia dengan menggunakan paspor wisata, namun kenyataan setelah di Indonesia WNA tersebut malah bekerja.  “Kita selalu melakukan operasi terbuka maupun tertutup, untuk mengantisipasi banyaknya WNA yang nakal, dengan memanfaatkan paspor wisata untuk bekerja di Indonesia,” ujar Barlian.
Barlian mengaku,  sudah membentuk tim Pora, yang terdiri dari pihak kepolisian, Badan Intelijen Negara (BIN), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan unsur terkait untuk mengawasi WNA. “Kita selalu melakukan pengawasan secara optimal. Kami mengimbau kepada masyarakat, kalau melihat WNA yang terlihat mencurigakan, segera melaporkannya kepada kami atau pihak kepolisian,” jelasnya.
Sebelumnya, bus ALS dari Kota Solo, Jawa Tengah hendak menuju Kota Medan, Sumatera Utara mengalami kecelakaan tunggal di Desa Pangkalan Panji, Kecamatan Banyuasin, Sumsel, Desember tahun lalu (korankito.com/denny)