Bisa Dipercaya

Yan Anton Cs Segera Diadili

Palembang – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Palembang resmi menerima pelimpahan berkas perkara korupsi dengan tersangka Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian beserta empat tersangka lainnya, Selasa (10/1).

Lima berkas perkara dugaan kasus suap yang melibatkan orang nomor satu di Kabupaten Banyuasin  ini dimasukkan ke dalam empat buah koper dan langsung diserahkan ke ruang Panitera Muda Tipikor.

Berita Sejenis
1 daripada 6

Berkas perkara tersebut yakni berkas atas nama Yan Anton Feridan,  Kadisdikpora Banyuasin Umar Usman, Kasi PMPTK Diknas Banyuasin Sutaryo, Kasubag Rumah Tangga Pemkab Banyuasin Rustami dan Kirman.

Selain menyerahkan berkas perkara, jakasa penuntut umum (JPU) KPK juga menyerahkan berkas dakwaan untuk kelima tersangka.

Jaksa Penuntut Umum KPK Roy Riadi membenarkan JPU KPK sudah melimpahkan berkas perkara yang telah mereka lengkapi untuk lima tersangka yakni Yan Anton Ferdian, Umar Usman, Sutaryo, Kirman dan Rustami ke Pengadilan Tipikor PN Palembang. Dari lima berkas tersangka yang dilimpahkan, berkas untuk Kirman dan Rustami dijadikan satu berkas sedangkan untuk berkas yang lainnya terpisah dengan demikian ada empat berkas yang dilimpahkan.

“Kami hanya melimpahkan, setelah ini menjadi urusan pihak pengadilan yang akan menindaklanjuti dan tinggal menunggu persidangan,” katanya.

Sementara itu Kepala Humas PN Palembang Saiman membenarkan Pengadilan Tipikor PN Palembang  telah menerima berkas untuk lima tersangka kasus suap di Banyuasin yang dilimpahkan KPK. Ia menuturkan, secara mekanisme setelah berkas diterima akan diteruskan ke pimpinan untuk menentukan majelis hakim yang nantinya akan menyidangkan kelima terdakwa.

“Waktu persidangan akan ditentukan oleh majelis yang telah ditunjuk untuk memimpin sidang. Biasanya dalam waktu tujuh hari ke depan untuk persiapan persidangan,” katanya.

Terkait pasal yang dikenakan, menurutnya kelima tersangka akan dikenakan dua pasal alternatif dan subsidair dimana pasal yang dikenakan dari KPK merupakan pasal kombinasi alternatif subsidaritas.  “Ada lima tersangka, tetapi untuk berkasnya hanya ada empat berkas. Karena, ada dua tersangka yang berkasnya dijadikan satu,” katanya.

Sebelumnya, Yan Anton tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah menjalani pemeriksaan di kantor KPK di Jakarta, Yan Anton Ferdian diboyong ke Palembang untuk menjalani persidangan. Yan Anton Cs  tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II), Palembang, Rabu (28/12) lalu.

Yan Anton Ferdian datang dengan menggunakan pesawat Garuda dengan no penerbangan GA-108 dan dibawa dengan 2 mobil minibus berwarna Hitam BG 1069 NV dan Silver BG 1158 ZF ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Pakjo Palembang.

Selama di Palembang, Mantan orang nomor satu di Banyuasin ini dititipkan penyidik KPK di rumah tahanan (Rutan) Negara Kelas I Pakjo, Palembang, Rabu (28/12).

Saat tiba di Rutan, Yan Anton tak banyak bicara dengan memakai rompi tahanan KPK. “Saya sehat dan baik-baik saja, sudah P21 kok tinggal tunggu JPU saja,” kata Yan Anton saat tiba di Palembang.

Yan Anton dinyatakan sebagai tersangka, usai KPK mengamankan uang dalam pecahan rupiah sebesar Rp299 juta dan uang 11.200 Dolar Amerika setara dengan Rp150 juta hasil dari menerima suap dari sejumlah proyek ijon di Disdik Banyuasin. (korankito.com/ria/kardo)