Bisa Dipercaya

Polisi Ringkus Kurir dan Bandar Shabu

Palembang – Jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Mariana berhasil menciduk seorang kurir dan bandar narkoba jenis shabu shabu. Mereka adalah, Dodi Setiawan (33) dan Pedenin (45), yang tinggal di Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kini kedua tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Mariana setelah ditangkap Unit Reskrim Polsek Mariana di Jalan Petaling Ladang Baru, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Minggu (8/1) malam.

Berita Sejenis

Ogan Ilir: Bandar Narkoba Diringkus Polisi

Terlilit Utang, Bambang Main Sabu

Dua Wanita Bandar Narkoba Dituntut 15 Tahun

1 daripada 30

Berdasarkan data yang dihimpun, tertangkapnya kedua pelaku berawal dari informasi warga yang mengatakan akan ada transaksi narkoba jenis shabu shabu di tempat kejadian perkara.

Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota Polsek Matiana langsung mendatangi lokasi dan menemukan Dodi yang sedang menunggu pembeli. Saat itulah petugas menangkap Dodi dan ditemukan sepaket kecil shabu shabu.

“Kita melakukan interogasi singkat dari pengakuan tersangka DD barang haram itu didapati dari pelaku RD. Tak ingin membuang waktu, anggota kita langsung mendatangi rumah RD, namun sayangnya saat digrebek dia tidak ada di rumah,” ucap Kapolsek Mariana AKP Nazzirudi.

Kemudian anggota Polsek Mariana kembali memintai keterangan Dodi dan mendapatkan kabar barang haram tersebut masih ada sangkut-pautnya dengan Padenin. Saat itu juga, petugas kepolisian langsung melakukan penggrebekan di rumah Padenin.

“Kita gerebek rumahnya, dia sempat mencoba kabur dengan melompati jendela, namun berkat kesigapan anggota kita, pelaku berhasil diamankan. Kita tak menemukan narkoba di rumahnya, tetapi memang dia ini merupakan DPO kita. Karena waktu tertangkapnya Margono, mengaku barang itu dari tersangka Padenin ini,” terangnya.

Masih dikatakan Nazirudin, selain bandar narkoba, Padenin merupakan DPO Polsek Sukarami Palembang dengan kasus penadah barang curian.

“Dia juga pernah di grebek Polsek Sukarami dibantu kita, namun dia berhasil lolos. Hanya saja sepeda motor hasil curian yang dia beli, berhasil kita amankan. Selanjutnya, kita akan menghubungi Polsek Sukarami untuk menindak lanjuti, kasus mereka,” tambahnya.

Atas ulahnya itu, keduanya akan dikenakan pasal 114 Ayat I UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.

Sementara itu, tersangka Padenin mengaku dirinya sudah menjadi bandar narkoba sejak tahun 2006. Namun, belakangan ini ia berkilah sudah berhenti menjadi bandar narkoba tersebut.

“Biasanya mengambil shabu shabu itu dari Bob di kawasan 13 Ilir, Palembang. Satu kali ambil sebanyak 1,5 jie seharga Rp1,5 juta. Tetapi, bukan punya saya sendiri, melainkan titipan RD. Kalau saya untuk pakai sendiri, tidak tahu RD untuk apa,” ujarnya. (korankito.com/deny)