JM Group Lepas Gambar Wanita Berhijab di Lantai

Palembang – Warga Kota Palembang yang religius sempat dibuat heboh dengan adanya gambar wanita berjilbab yang diletakkan di lantai toko swalayan JM Group di Jalan Letkol Iskandar. Mirisnya, gambar muslimah berjilbab di lantai ini dijadikan sebagai penunjuk arah untuk menuju ke etalase khusus bagian perlengkapan perempuan muslimah.

Kontan ulah toko swalayan ini mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan. Terutama dari para alim ulama. Setelah mendapat protes, kini gambar tersebut sudah tidak ada.

Pantauan Koran Kito, Selasa (10/1), tampak gambar tesebut sudah dilepas dan diganti dengan gambar lain yakni gambar penunjuk arah dengan tulisan “koleksi tas sekolah terlengkap”.

Pemilik JM Palembang Adam Sautin saat dihubungi melalui seluler mengatakan, ia tidak mengetahui pemasangan gambar tersebut. Namun, ia memastikan sudah melepasnya dan menggantinya dengan gambar yang lain.

“Sudah dilepas ya, sudah tidak ada lagi. Saya mohon maaf kepada umat Islam,” katanya sembari langsung menutup saluran telepon.

Fera salah satu pengunjung Toko Swalayan JM mengaku senang dengan keputusan pihak manajemen toko swalayan JM Group untuk melepas gambar tersebut. Pasalnya hal itu dapat memicu terjadinya konflik agama.

“Baguslah sudah dilepas, jangan sampai terjadi keributan antargama. To-toko lain harap diteliti dulu sebelum memasang gambar-gambar yang dapat menyulut emosi salah satu umat. Apakah gambar penunjuk arah atau sebagainya agar jangan sampai menyinggung umat beragama lain. Intinya jangan sampai terulang lagi,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Harobin Mustafa mengatakan pihaknya akan segera menegur pihak JM Palembang. Pihak terkait akan kami tegur, siapa yang memasang gambar itu. Kami sangat tidak setuju jika ada gerakan yang bikin rusuh dan konflik,”katanya, saat dibincangi usai rapat Paripurna, DPRD Palembang, Selasa (10/1).

Menurutnya, ia akan berkoordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi masyarakat lainnya. Karena hal itu merupakan tugas mereka.

“Jadi Pemkot Palembang akan meminta kepada FKUB, UI dan lainnya, untuk mengkaji hal itu. Jadi bagi-bagi tugas,”ujarnya.

Ia menambahkan, apa yang dilakukan pihak JM Palembang, sangat tidak pantas. Jadi, sesuatu yang kurang pantas harus diperbaiki. Terkait sanksi yang akan diberikan, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib.

“Pemasangan gambar wanita berjilbab di lantai, itu jelas tidak pantas. Terkait sanksi, kita negara hukum serahkan kepada pihak berwajib,” katanya.

Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palembang mendesak agar pihak JM mal segera melepas gambar muslimah berjilbab yang ditempel di lantai toko.

Ketua MUI Palembang Saim Marhadan menegaskan, hendaknya pihak JM segera melepas gambar tersebut. Jika tidak, pihaknya akan turun ke lapangan dan mencopotnya secara paksa.  “Ini sudah termasuk kategori pelecehan, jangan sampai ada gejolak karena sudah menghina agama Islam,” katanya, Senin (9/1).

Ia menambahkan, sebagai umat muslim mengapa tidak ditempel di dinding saja. Ia sangat menyayangkan sekaligus kecewa adanya gambar wanita berjilbab yang di tempel di lantai swalayan tersebut. “Saya sudah bicara dengan wanita muslim khususnya yang berjilbab, mereka sangat kecewa dan meminta pihak JM segera membuangnya karena tidak menempatkan pada tempat yang benar,” tukasnya.

Dari pantauan Koran Kito pada Senin (9/1), terdapat gambar wanita berjilbab di lantai 2, tepat di samping tangga menuju lantai 3. Dengan diletakkannya gambar tersebut di lantai otomatis terinjak oleh konsumen yang berbelanja.

Wakil rakyat yang duduk di Komisi IV DPRD Palembang Syahril Eddy menilai dengan adanya gambar wanita berjilbab di taruh di lantai sudah jelas pelecehan “Ini pelecehan, itu lambang wanita muslimah yang merupakan indentitas wanita muslimah. Itu termasuk pelecehan kemanusian,” katanya. (korankito.com/ria)