Dianiaya Tetangga Hingga Pingsan

Desmi, korban penganiayaan tetangga saat melapor di SPK Polresta Palembang.foto/deny

 

Palembang- Gara-gara air bekas cuci pakaian mengalir ke depan rumah tetangga, ibu rumah tangga bernama Desmi Yanti (32), harus mengalami luka-luka bahkan tak sadarkan diri. Desmi dianiaya oleh LS (35) dan HM (53), tetangganya.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan Desmi yang tinggal di Jalan Pintu Besi, Lorong Pasar I, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Palembang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Rabu (11/1).

Di hadapan petugas piket, Desmi menuturkan, penganiayaan terjadi Senin (9/1) sekitar pukul 08.00. Saat itu ia baru saja selesai mencuci pakaian dan membuang air cucian. Tanpa sengaja air bekas cucian itu mengalir ke depan rumah terlapor HM hingga marah-marah.

Cekcok mulut antara HM dan Desmi, membuat LS emosi dan langsung menyerang Desmi dengan cara menjambak rambutnya. Tak sampai di situ, Desmi diseret hingga pingsan.

Melihat kejadian itu, ayah dan saudara kandung Desmi sempat melarai keributan. Namun korban yang masih emosi justru menyerang keduanya. Akibatnya, saksi Mariani yang ada di lokasi kejadian terjatuh dan mengalami luka memar di tangan kanannya.

“Memang sering ribut, tetapi hanya sekedar ribut mulut saja. Kalau sampai seperti ini baru satu kali ini. Mereka itu biasanya menjelekkan kami, mentang-mentang kami janda. Saya tidak senang dengan perbuatannya, dan minta dia segera ditangkap polisi,” kata Desmi.

 

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede menjelaskan pihaknya sudah menerima laporan korban dan akan segera diproses oleh penyidik. “Laporan sudah kita terima, akan segera diselidiki terlebih dahulu,” pungkasnya.(korankito.com/denny)