Guru SMA/SMK di 14 Kabupaten/Kota Belum Bisa Terima Gaji

 

Kadisdik Sumsel Widodo

 Palembang – Sedikitnya 6.000 tenaga pendidik aparatur sipil negara (ASN) sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sepertinya bakal kecewa karena masih belum bisa mendapatkan gajinya.

Belum cairnya gaji 6.000 an guru dari total 9.503 tenaga pendidik SMA/SMK ini imbas dari belum lengkapnya syarat administrasi pascaperalihan kepengurusan SMA dan SMK.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sumsel Widodo menuturkan, pada hari Selasa (10/01) baru 3.500 orang guru ASN yang akan menerima gaji bulan ini.  “Baru tiga kabupaten/kota yang bisa mencairkan gajinya besok (Selasa (10/01)), yaitu Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kota Pagaralam, dan Kota Palembang,” ungkapnya saat dikonfirmasi Koran Kito usai pengarahan kepada guru di SMKN 3 Palembang, Senin (9/01).

Menurut Widodo, masih ada 14 kabupaten/kota lain yang belum memberikan syarat yang harus dipenuhi untuk pencairan gaji guru.  “Kendalanya terletak pada dinas pendidikan di kabupaten/kota belum menyerahkan surat keterangan penghentian penghasilan (SKPP) kepada provinsi. Kami terus mendorong agar kepala sekolah di semua SMA/SMK di Sumsel untuk segera menindaklanjuti hal itu,” terangnya.

Widodo menegaskan, pihaknya memberikan batas akhir hingga tanggal 13 Januari 2017, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. “Yang jelas 13 Januari semua yang dibutuhkan harus sudah ada di Disdik provinsi sehingga guru-guru bisa segera terima gaji,” tegasnya.

Selain itu, terdapat beberapa persyaratan administrasi lain yang belum dipenuhi, seperti rekening masing-masing guru. “Gaji tenaga pendidik di Sumsel hampir mencapai Rp1 triliun. Makanya harus benar-benar teliti. Jangan sampai ada yang salah ketik nama, ada salah nomor rekening, maupun rekening berubah-ubah,” pungkasnya. Korankito.com/eja