Bisa Dipercaya

Kapolri: Cari Solusi Akar Masalah Maraknya Senpi di Sumsel

MUSNAHKAN SENPIRA: Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan Kapolda Sumsel Irjen Budi Wahyu Maryoto memeriksa senpira yang akan dimusnahkan, di halaman Polda Sumsel, Senin (9/1). Foto/Kardo

Palembang – Sebanyak 1.400 senjata api rakitan (senpira) dimusnahkan Polda Sumsel bersama Kapolri Jendral Tito Karnavian, di halaman Mapolda, Senin (9/1).

Dalam kesempatan tersebut Kapolri Tito Karnavian mengapresiasi Polda Sumsel karena telah menyita ribuan senpira dalam kurun waktu satu tahun. “Saya memberikan penghargaan tertinggi kepada semua jajaran Polda Sumsel, karena mampu menyita senpira dengan cara bersosialisasi dengan masyarakat. Ini patut di contoh dan nanti akan kita terapkan di lima Polda,” ungkap Tito, Senin (9/1).

Berita Sejenis
1 daripada 4

Namun, menurut Tito, penghargaan tertinggi tersebut tidak harus membuat para anggota berbangga diri. Justru dari hasil penyitaan sebanyak ini, para anggota seharusnya melakukan evaluasi kembali dan mencari akar permasalahannya. “Ini yang perlu kita evaluasi lagi, karena dari hasil sebanyak ini berarti anggota dan jajaran harus mencari langkah konseptual untuk menghentikan dan mencari solusi dari akar permasalahan,” paparnya dalam acara yang juga disaksikan Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Budi Wahyu Maryoto.

Karena, tambah Kapolri, dari sini dapat dilihat jika langkah yang ditetapkan sejak awal belum maksimal. Sebab kasus pembuatan dan perdagangan senpi memang sejak dulu sudah mengakar untuk dipakai masyarakat melindungi diri dari binatang buas, dan sekarang senpi malah disalahgunakan untuk perang antarkampung dan kejahatan.

Maka dari itu, dirinya menyarankan, agar anggota dan jajaran harus melakukan upaya sosialisasi kepada perajin agar tak membuat senpi dan menjual senjata kepada sembarang pembeli. Dan seharusnya anggota beserta jajaran menyalurkan keahlian mereka ke bidang lain. “Justru itu, jajaran kepolisian harus melakukan pedekatan kepada pata perajin tersebut dan keahliannya harus disalurkan di bidang lain karena dari dulu Sumsel terkenal dengan tradisi masyarakatnya kemana-mana membawa senjata. Dan itu berhasil kita hilangkan. Namun Sekarang, tantangan kepolisian adalah menghilangkan tradisi masyarakat membawa senpi,” pungkas Tito.(korankito.com/kardo).