Ada Gambar Muslimah Berjilbab di Lantai JM Mal

PELECEHAN : JM mal di Jalan Letkol Iskandar, Palembang memasang gambar muslimah berjilbab di salah satu lantai mal tersebut, Senin (9/1). Foto/Ria


Palembang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palembang mendesak agar pihak JM mal di Jalan Letkol Iskandar, Palembang segera melepas gambar muslimah berjilbab yang ditempel di lantai toko tersebut.
Ketua MUI Palembang Saim Marhadan menegaskan, hendaknya pihak JM segera melepas gambar tersebut. Jika tidak, pihaknya akan turun kelapangan dan mencopotnya secara paksa. “Ini sudah termasuk kategori pelecehan, jangan sampai ada gejolak karena sudah menghina agama Islam,” katanya, Senin (9/1).
Ia menambahkan, sebagai umat muslim mengapa tidak ditempel di dinding saja. Ia sangat menyayangkan sekaligus kecewa adanya gambar wanita berjilbab yang di tempel di lantai swalayan tersebut. “Saya sudah bicara dengan wanita muslim khususnya yang berjilbab, mereka sangat kecewa dan meminta pihak JM segera membuangnya karena tidak menempatkan pada tempat yang benar,” tukasnya
Dari pantauan Koran Kito, Senin (9/1), terdapat gambar wanita berjilbab di lantai 2, tepat disamping tangga menuju lantai 3. Dengan diletakkannya gambar tersebut di lantai, dapat diinjak oleh konsumen yang berbelanja di toko swalayan JM Palembang.
Seoramg pengunjung JM Palembang, Aini memprotes langsung hal tersebut. Menurutnya, jilbab merupakan identitas wanita muslim. Jadi apa yang dilakukan oleh pihak JM Palembang sudah melecehkan wanita berjilbab.
“Kami sangat menyayangkan  hal itu. Kami harap pihak yang bertanggungjawab atas gambar tersebut segera melepasnya, dan menempatkannya ditempat yang lebih pantas,” kata mahasiswi salah satu universitas swasta di Palembang itu.
Tepisah, wakil rakyat yang duduk di Komisi IV DPRD Palembang Syahril Eddy mengaku sudah menerima laporan itu sekitar sepekan lalu. Menurutnya, dengan adanya gambar wanita berjilbab ditaruh di lantai sudah jelas pelecehan terhadap agama Islam. Karena kita ketahui, wanita berjilbab merupakan indentitas wanita muslimah. “Ini pelecehan, itu lambang wanita muslimah yang merupakan indentitas wanita muslimah.. itu termasuk pelecehan kemanusian,” katanya.
Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, pihaknya menentang keras adanya gambar wanita berjilbab yang diletakkan di lantai JM Palembang. Pihaknya mendesak pemerintah harus segera turun tangan untuk menyikapi hal itu. “Sebelum ormas Islam seperti FPI, MUI dan lainnya bersuara. Bisa di bakar JM Palembang itu. Jangan sampailah ada gejolak,” ujarnya. (korankito.com/ria)