Satu dari Enam Perampok Toko Emas Dihadiahi Timah Panas

PERAMPOK : Perampok toko emas Idil Herman duduk tak berdaya setelah dihadiahi timah panas dikedua kakinya oleh unit Jatanras Polda Sumsel, Ahad (8/1). Foto/Kardo

Palembang – Usai sudah petualangan salah satu dari enam perampok toko emas di Prabumulih, setelah anggota kepolisian  dari Unit Jatanras terpaksa menanamkan timah panas di kedua kakinya.

Tersangka perampok yakni Idil Herman (41) warga Desa Ketapang, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir bersembunyi di kampungnya dan bekerja sebagai petani kacang.

Sebelumnya, polisi telah meringkus dua tersangka yang telah menerima vonis dan tiga pelaku lain masih buron. Sedangkan tersangka Idil ditangkap saat berada di desa tetangga, Jumat (6/1).

Diketahui, perampokan tersebut terjadi di toko emas Mulia milik Herli Janni di Prabumulih pada 1 November 2013, para pelaku berhasil membawa kabur emas sebanyak dua kilogram.

Tersangka Idil berdalih hanya berperan mengawasi situasi dan menunggu sepeda motor saat kejadian. Sementara menodongkan senjata api rakitan ke korban dua pelaku lain dan emas diambil oleh dua rekannya. “Waktu itu saya hanya diajak saja pak, tugasnya cuma nunggu di motor. Senjata api yang dibawa ada tiga, semuanya ditodongkan ke cewek penjaga tokonya,” ungkap tersangka Idil saat diamankan di Mapolda Sumsel, Minggu (8/1).

Selain itu, hasil dari perampokan tersebut, tersangka Idil mengaku hanya mendapatkan jatah sebanyak 2 ons emas dan semuanya dijual murah ke pedagang pasar dan mendapatkan uang sebesar Rp 35 juta. “Duitnya sayagunakan buat sabung ayam, sisanya buat modal bertani. Saya tidak kemana-mana, cuma di kampung tanam kacang,” kata dia.

Sementara itu, Dir DitReskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Prasetijo Utomo mengungkapkan, perampokan tersebut membuat korban mengalami kerugian sebesar Rp 3 miliar. Beruntung, korban tidak mengalami luka akibat kejadian itu karena cepat menyerahkan semua emas miliknya.

“Dua pelaku sebelumnya telah divonis, tinggal tiga pelaku lagi yang masih buron,” ungkap Prasetijo.

Masih dikatakannya, jika tersangka Idil terpaksa ditembak sebanyak enam lubang di kedua kakinya lantaran berusaha melarikan diri. Tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman di atas lima tahun penjara. “Tersangka terpaksa kita tindak tegas katena mencoba melarikan diri. Barang bukti diamankan dari tersangka berupa balok kayu yang digunakan dalam perampokan itu,” tukasnya.(korankito.com/kardo).