Miliki Senjata Api, Seorang Mahasiswa Dicokok Polisi

MILIKI SENPI : Bobi (kaos putih) jalan terpincang dibimbing dua petugas Polda Sumsel  untuk menjalani pemeriksaan terkait kepemilikan senjata api rakitan, Ahad (8/1). Foti/ Kardo.

Palembang – Miliki senjata api (senpi) rakitan dan tiga butir peluru tanpa izin, seorang mahasiswa yang kos di Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, dicokok polisi, Ahad (8/1).
Saat hendak diciduk mahasiswa bernama Bobi Anggara Putra (19) itu, mencoba untuk kabur namun langkahnya dihentikan petugas Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel dengan menghadiahi timah panas di betis kiri.
Dari pengakuan tersangka Bobi, senjata api rakitan tersebut, bukan miliknya melainkan milik kakaknya yang dititipkan kepadanya. “Senjata api itu bukan punya saya pak, tapi punya kakak saya. Tidak tahu senjata api itu digunakan buat apa, cuma dititipi saja,” kata tersangka, yang masih menahan rasa sakit di kakinya, Minggu (8/1).
Ia mengungkapkan, kakaknya tidak memiliki pekerjaan dan dirinya tinggal berdua di kos tersebut. “Kakak saya pengganguran dan saya kuliah,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Prasetijo Utomo mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari informasi warga sekitar bahwa banyak begal di kawasan tersebut. )”Mendapat informasi itu, kita langsung lakukan penyisiran dan mendapatkan tersangka memiliki senjata api rakitan yang disembunyikan di kantong jaket tersangka,” ujarnya.
Ketika disinggung senjata api itu apakah digunakan untuk kejahatan, Prasetijo mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait hal tersebut. “Memang indikasinya banyak tindak kejahatan berupa begal di kawasan tersebut. Namun, untuk tersangka akan kita dalami dulu, apakah digunakan untuk itu,” ucap Prasetijo.(korankito.com/kardo).