Bisa Dipercaya

Senggolan Motor, Pemicu Bentrok Mahasiswa versus Warga

Staf Rekor UMP Yuda Mahrom. Foto/Denny.

Palembang – Peristiwa bentrokan antara sekelompok warga Silaberanti dengan sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) pada Kamia (5/1) malam, ternyata dipicu soal serempetan sepeda motor.

Staf Rekor UMP Yuda Mahrom menjelaskan, bentrok kedua kubu itu, dipicu kesalahpahaman antara seorang mahasiswa dan warga karena sepeda motor keduanya bersenggolan di depan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional III Kecamatan SU II, Palembang, sekitar pukul 19.00.

“Disana terjadi persitegangan diantara keduanya, namun karena keduanya tidak ada yang mau mengalah, lalu masing-masing memanggil teman sehingga terjadilah bentrok fisik disana,” ucapnya saat ditemui di ruangan rektor, Jum’at (6/1) sore.

Yuda menambahkan, merasa tidak puas, sekelompok massa masuk ke area Universitas Muhammadyah Palembang, yang saat bersamaan mahasiswa sedang mengadakan rapat. Melihat hal tersebut, mahasiswa mengira jika sekelompok warga tersebut hendak menyerangnya.

“Terjadilah pertikaian lagi, yang mengakibatkan beberapa korban baik mahasiswa maupun warga mengalami luka-luka. Terjadi miskomunikasi saat itu padahal kedatangan warga itu hanya mau mengambil sepeda seorang warga disini,” terangnya.

Kendati demikian, semua permasalahan sudah diselesaikan, termasuk motor warga yang berada di dalam kampus UMP sudah dikembalikan. “Kebenaran saya berada di lokasi, jadi saya panggil dari kelompok warga untuk menyelesaikan permasalahan ini,” tambah Yuda.

Saat ini, kata Yuda, pihak mahasiswa maupun dari warga sudah sama-sama melapor ke polisi. “Setelah kejadian itu, ada beberapa orang mahasiswa dan warga yang dimintai keterangan. Kejadian ini tentu menjadi perhatian kita. Kedepannya kita akan lebih memperketat keamanan dilingkungan kampus agar hal ini tidak lagi terjadi,” tutupnya.  (korankito.com/denny)

Berita Sejenis
1 daripada 2