Bisa Dipercaya

Manajemen SFC Bungkam Soal Sirkulasi Pemain

RAPAT EVALUASI: Presiden Klub Sriwijaya FC Dodi Reza Alex (Kiri) didampingi Manager Sriwijaya FC Nasrun Umar memberikan keterangan pers seusai menggelar rapat evaluasi tim Sriwijaya FC di Griya Agung, Jumat (6/1). Foto/Resha.
Palembang – Manajemen Sriwijaya FC masih bungkam soal transfer pemain untuk memperkuat Laskar Wong Kito di kompetisi musim ini.
Usai rapat evaluasi di Griya Agung Jumat (6/1) malam, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku operator klub masih enggan membocorkan sirkulasi pemain yang masuk maupun keluar dari SFC.
Dalam konfrensi pers yang digelar malam itu juga, Presiden Klub Sriwijaya FC Dodi Reza Alex akhirnya angkat bicara. Bursa transfer yang dilakukan oleh manajemen memang tertutup lantaran untuk menjaga atmosfer pemain. Sebab pemain masih terikat kontrak hingga Februari akhir. “Sengaja kita tidak bisa mengumumkan kepada publik. Untuk menjaga kondusifitas dalam tim karena pemain masih terikat kontrak pada manajemen,” ucap Dodi.
Apalagi, Piala Presiden akan bergulir pertengahan Februari. Sehingga kerangka pemain lama masih akan tetap dipakai sementara. Piala pra-musim ini sendiri diramalkan hanya dua minggu sebelum liga resmi dimulai.
Ia juga membantah jika selama ini jajarannya telah mengulur-ngulur waktu untuk melakukan evaluasi. Hal ini untuk menjaga perasaan pemainnya. Meskipun karena hal ini, progres Sriwijaya FC terkesan lambat lantaran klub-klub lain telah mengumumkan skuad barunya. “Saya dan tim Sriwijaya lebih memilih untuk dapat melakukan upaya-upaya secara efektif dan efisien supaya hal ini tidak dapat bocor ke pemain,” tukasnya.
Senada dengan hal diatas, Manajer Sriwijaya FC Nasrun Umar juga mengatakan hal serupa. Ia tak ingin mengumbar terlebih dahulu untuk menjaga perasaan pemain, baik pemainnya maupun etika terhadap klub lain. “Saat ini masih dalam fase rekruitmen. Kami tidak bisa melakukan secara terang-terangan, karena pemain kita masih terikat kontrak. Kemudian pemain yang akan dibidik pun masih terikat kontrak. Kita harus hargai etika itu, tapi dalam rapat tadi kami sudah dapat arahan,” ujarnya yang juga Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel ini. (korankito.com/resha)