Bisa Dipercaya

Warga Lahat Tangkap Ikan Pari 150 Kilogram

 

LAHAT – Arif 42 tahun, warga Desa Sirau Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat  tak  menduga umpan yang dikaitkan pada mata pancing disantap ikan pari besar berukuran 2 meter dengan berat sekitar 150 kilogram.

Saat akan diangkat stik pancing terasa berat, Arif menduga mata pancingnya  tersangkut. Namun sesaat kemudian,  Arif dikejutkan dengan kipasan sayap ikan pari.

Berita Sejenis

Kelabui Petugas, Hendra Simpan Narkoba Dalam Topi

Susul Raisa, Keenan Pearce Resmi Lamar Pacar

Ponsel Ojol Dilarikan Rekan Seprofesi

1 daripada 3.097

“Waktu itu, (Rabu 4/1-red) sekitar pukul 07.00, aku melihat tajuran (jerat ikan-red ). Saat diangkat terasa sangat berat hingga diketahui ikan pari,” ujar Erli Rustariani menirukan ucapan Arif, pamannya.

Karena merasa tak mampu Arif meminta bantuan Irul teman sekampungnya. Namun, keduanya juga tak sanggup mengangkat ikan pari tersebut. Akhirnya Arif mengajak warga lainnya. Bahkan dibutuhkan bantuan perahu ketek untuk mengangkat ikan ke tepian Lematang.

“Karena masih tak bisa. Kami pun menggunakan perahu ketek untuk mengangkat ikan yang masih berada di dalam perairan Lematang,” ujar Erli.

Menurutnya, butuh waktu sekitar tiga jam ikan pari yang diprediksi berbobot sekitar 150 kilogram baru bisa dibawa ke tepi perairan. Setelah di tepian,  warga langsung berdoa sebagai bentuk terima kasih kepada Allah telah memberikan rezeki tersebut. Ikan pari yang didapat langsung dipotong dan dibagikan kepada seluruh warga yang datang ke lokasi.

“Meskipun ia yang dapat ikan tersebut. Mang Arif tidak ingin dijual. Tapi dibagi kepada semua warga yang mau. Baginya ikan tersebut merupakan rezeki desa sehingga semuanya bisa menikmati. Saya saja dapat  jatah satu kilo. Ga tahu juga banyak tidaknya ikan tersebut. Yang pasti sebelumnya pernah juga warga menemukan ikan tersebut  tapi itu sudah beberapa tahun silam,” tuturnya.

Mendengar kabar ada warga yang mendapatkan ikan pari, Bupati Lahat langsung mencari tahu kebenaran kabar tersebut. “Untuk masyarakat Lahat  ikan pari tersebut merupakan ikan langka, tapi apapun itu memang rezeki masyarakat Merapi yang mendapatkannya. Saya harap kepada seluruh masyarakat agar tidak meracun sungai, menyetrum ikan dll, adanya ikan pari sebesar itu di sungai menandakan ekosistem masih terjaga dengan baik, ” ujar Aswari, Jumat (6/1).korankito.com/Pri